JAMBI – Produksi sampah di Kota Jambi terus mengalami peningkatan signifikan. Saat ini, volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tercatat mencapai 430 ton per hari. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berkisar 350 hingga 400 ton per hari.
Walikota Jambi, Maulana, mengungkapkan peningkatan produksi sampah tidak lepas dari bertambahnya jumlah penduduk dan munculnya banyak bisnis baru di Kota Jambi.
“Semakin hari produksi sampah semakin meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan jumlah penduduk serta perkembangan usaha dan bisnis baru,” ujarnya, Rabu, (24/09/2025).
Baca juga: Jambi Terus Kembangkan Perkebunan Sawit Berkelanjutan
Menurutnya, kondisi ini turut berdampak pada penumpukan sampah di sejumlah titik Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berada di pinggir jalan. Tak jarang, warga juga mengeluhkan sampah yang berserakan akibat keterbatasan armada angkutan yang dimiliki pemerintah kota.
“Sekarang rata-rata 430 ton sampah masuk ke TPA per hari. Kalau tidak segera ditangani, tentu akan mengganggu kenyamanan dan kebersihan kota,” jelas Maulana.
Baca juga: Zumi Zola Buka Suara di Persidangan, Kasus Suap Ketok Palu Kembali Jadi Sorotan
Menanggapi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Jambi telah menyiapkan langkah konkret dengan menambah 30 armada angkutan sampah baru. Penambahan ini diharapkan dapat mempercepat proses pengangkutan dan mengurangi penumpukan di TPS.
“Kami akan menambah 30 armada baru agar distribusi pengangkutan lebih lancar. Harapan kami, masalah sampah bisa lebih terkendali,” kata Maulana.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan memilah sampah sejak dari rumah tangga. “Kesadaran masyarakat sangat penting. Kalau tidak dimulai dari rumah, sebaiknya bagaimana pun armada ditambah, masalah sampah akan tetap besar,” tambahnya.
Baca juga: Banyak Perusahaan di Tanjab Barat Belum Kantongi Izin Pemanfaatan Air Tanah
Maulana memperkirakan, produksi sampah rumah tangga di Kota Jambi akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Oleh karena itu, pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan mencari solusi cepat dalam mengurangi volume sampah.
“Kita harus berpikir jangka panjang. Ini bukan hanya soal hari ini, tapi bagaimana kota kita ke depan tetap bersih, sehat, dan nyaman,” ujarnya.
Pemerintah Kota Jambi juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta maupun komunitas peduli lingkungan untuk memperkuat pengelolaan sampah.
“Kami terbuka dengan kolaborasi. Semua pihak bisa berperan, karena menjaga kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama,” tutup Maulana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan