Senin, 08 SEPTEMBER 2025 • 23:47 WIB

Rutan Kelas IIB Sungai Penuh Over Kapasitas, Huni 234 Warga Binaan dari Daya Tampung 95 Orang

Author

Rutan Kelas IIB Sungai Penuh Over Kapasitas, Huni 234 Warga Binaan dari Daya Tampung 95 Orang (Dok. Istimewah)

JAMBI – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sungai Penuh tercatat sudah tiga tahun terakhir mengalami over kapasitas. Rutan yang seharusnya hanya mampu menampung 95 orang, kini dihuni sebanyak 234 warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Kondisi ini membuat jumlah penghuni Rutan melonjak lebih dari dua kali lipat dari kapasitas idealnya. Meski demikian, pihak Rutan memastikan pelayanan dan pembinaan terhadap warga binaan tetap berjalan sesuai aturan.

Baca juga: Harga Ayam Potong di Kuala Tungkal Tembus Rp40 Ribu per Kilo, Pedagang Mengeluh Sepinya Pembeli

Kepala Rutan Kelas IIB Sungai Penuh, Sahat Parsaulian, membenarkan hal tersebut. Ia menyebutkan, pihaknya melakukan upaya maksimal dengan memanfaatkan setiap ruangan blok tahanan agar tetap bisa menampung warga binaan.

“Benar, saat ini jumlah warga binaan kita melebihi kapasitas. Daya tampung hanya 95 orang, tapi sekarang dihuni 234 orang. Sama seperti rutan lainnya, kami berupaya menyesuaikan ruangan yang ada agar warga binaan tetap terlayani sesuai aturan,” kata Sahat Parsaulian, Senin (8/9/2025).

Sahat menegaskan, kondisi over kapasitas ini sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Meski penuh sesak, ia memastikan hal itu tidak mengganggu aktivitas di dalam Rutan, terutama terkait program pembinaan untuk para warga binaan.

Baca juga: Kekerasan Seksual pada Anak di Jambi Masih Tergolong Tinggi

“Over kapasitas ini sudah berlangsung sejak tiga tahun terakhir. Tetapi syukur, kegiatan pembinaan tidak terganggu. Baik kegiatan belajar mengajar, pengajian, hingga program kemandirian tetap berjalan,” jelasnya.

Berbagai aktivitas pembinaan terus dilakukan di dalam Rutan, mulai dari pendidikan nonformal, kegiatan keagamaan, hingga pelatihan UMKM. Selain itu, warga binaan juga diarahkan untuk kegiatan kemandirian pangan sebagai bekal setelah bebas nanti.

Baca juga: Kekerasan Seksual pada Anak di Jambi Masih Tergolong Tinggi

“Warga binaan tetap kami berikan kegiatan positif, seperti pengajian, kegiatan UMKM, kemandirian pangan, dan program lain. Harapannya, mereka punya bekal keterampilan ketika kembali ke masyarakat,” tambah Sahat.

Meski demikian, Sahat mengakui bahwa kondisi padat penghuni tetap menjadi tantangan, terutama dari sisi kenyamanan dan pengawasan. Ia berharap ke depan ada perhatian lebih dari pemerintah pusat maupun daerah untuk mencari solusi jangka panjang mengatasi permasalahan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author

Rudiansyah

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU