JAMBI – Telanaipura yang kini dikenal sebagai pusat aktivitas pemerintahan di Provinsi Jambi, ternyata menyimpan sejarah panjang yang jarang diketahui masyarakat. Nama ini tidak sekadar label administratif, melainkan memiliki akar historis yang kuat sejak masa lampau.
Berdasarkan catatan sejarah, Telanaipura berhubungan erat dengan sosok legendaris bernama Tun Telanai. Dalam naskah lama seperti Undang-Undang Piagam dan Kisah Negeri Jambi yang ditulis Oemar Ngebi Sutodilago pada tahun 1937, Tun Telanai disebut sebagai raja Jambi setelah wafatnya Dwa Sekerabah. Sumber Melayu juga menyinggung bahwa asal-usul Tun Telanai kemungkinan berasal dari wilayah Serawak atau Brunei Darussalam.
Baca juga: Turunnya Harga Bahan Pokok, Kota Jambi Alami Deflasi 0,05 Persen pada Agustus 2025
Perjalanan hidup Tun Telanai digambarkan penuh pengembaraan. Ia disebut pernah sampai ke Benua Cina sebelum akhirnya menetap di Brunei. Dari sanalah, ia memainkan peran penting dalam perkembangan kawasan Jambi dan sekitarnya.
Keberadaan Tun Telanai bukan hanya penting di tingkat lokal, tetapi juga memiliki nilai strategis pada masa perdagangan maritim di Asia Tenggara. Letak geografis Jambi yang berdekatan dengan Selat Malaka, Kepulauan Melayu, dan Laut Cina Selatan menjadikan wilayah ini vital dalam arus perdagangan dan mobilitas maritim internasional.
Baca juga: Pemkab Tanjab Barat Gencarkan Penyaluran Bansos bagi Warga Kurang Mampu
Hal tersebut menggambarkan bahwa sosok Tun Telanai lebih dari sekadar pemimpin lokal. Ia berperan dalam konteks regional bahkan internasional, dengan pengaruh yang meluas hingga ke jalur perdagangan utama dunia pada masa itu.
Dimensi sejarah Telanaipura ini menegaskan bahwa Jambi sejak dahulu sudah menjadi bagian dari jaringan geopolitik yang luas. Interaksi budaya dan perdagangan yang melibatkan wilayah luar Sumatera, seperti Malaka, Serawak, hingga Brunei, turut membentuk identitas Jambi.
Baca juga: Eks Pasar Talang Banjar Akan Disulap Jadi Diorama Digital Sejarah Jambi
Meski zaman telah modern, jejak sejarah Telanaipura masih bisa dirasakan hingga kini. Identitas ini menjadi bagian penting dari warisan budaya yang memperkaya Kota Jambi, sekaligus memperkuat posisi daerah dalam lintasan sejarah bangsa.
Telanaipura bukan hanya sekadar pusat kota yang dipenuhi gedung pemerintahan. Di balik namanya, tersimpan sebuah cerita panjang tentang pengaruh, interaksi, dan kebesaran masa lalu yang seharusnya tetap dikenal oleh generasi muda Jambi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan