Eks Pasar Talang Banjar Akan Disulap Jadi Diorama Digital Sejarah Jambi (Dok. Istimewah)
JAMBI — Eks Pasar Talang Banjar yang lama terbengkalai akan segera dimanfaatkan kembali oleh Pemerintah Kota Jambi. Rencananya, kawasan tersebut akan disulap menjadi diorama digital sejarah Jambi sebagai upaya optimalisasi aset daerah sekaligus mendorong ekonomi kerakyatan.
Wali Kota Jambi, Maulana, menyampaikan langsung rencana tersebut saat meninjau lokasi eks Pasar Talang Banjar di Jalan Orang Kayo Pingai, Kecamatan Jambi Timur. Menurutnya, pembangunan diorama ini sejalan dengan upaya Pemkot Jambi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Baca juga: Pasar TAC Kota Jambi Bakal Dikembangkan Jadi Pusat Ekonomi Rakyat
“Lahan di eks Pasar Talang Banjar ini luasnya sekitar 45 x 77 meter. Ini sangat ideal untuk pembangunan diorama digital sejarah Jambi. Harapan kita tentu bukan hanya untuk melestarikan sejarah, tetapi juga mendorong ekonomi rakyat,” ujar Maulana, Jumat, (05/09/2025).
Maulana menambahkan, pembangunan diorama tersebut semula direncanakan di kawasan Pasar TAC. Namun, rencana itu batal dilaksanakan karena keterbatasan lahan parkir dan padatnya penduduk di sekitar lokasi. “Setelah dikaji ulang, TAC kurang memungkinkan. Karena itu kita putuskan dialihkan ke eks Talang Banjar,” jelasnya.
Baca juga: Harga Beras di Kota Jambi Terpantau Stabil, Pedagang dan Warga Merasa Lega
Diorama digital ini nantinya akan menjadi pusat edukasi sejarah Jambi yang dikemas modern. Selain itu, diorama juga diharapkan mampu menarik wisatawan dan mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif di wilayah sekitar.
Menurut Maulana, proyek pembangunan diorama akan mulai dilaksanakan pada awal tahun 2026.
“Kita targetkan awal 2026 mulai dikerjakan. Dengan adanya diorama ini, kawasan eks Pasar Talang Banjar bisa berkembang menjadi kawasan wisata sejarah berbasis teknologi,” ucapnya.
Baca juga: Sekolah Rakyat di Tanjab Barat Masih Tahap Persiapan, Dinsos Ajukan Kembali Lahan
Ia juga berharap pembangunan ini dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan, khususnya bagi warga Jambi Timur, Pal Merah, dan Jambi Selatan. “Selain wisata, kita ingin distribusi perekonomian merata. Termasuk mengurai kemacetan di pusat kota, karena sebagian aktivitas bisa teralih ke kawasan ini,” tegas Maulana.
Dengan pemanfaatan eks Pasar Talang Banjar, Pemkot Jambi optimis bisa menghadirkan wajah baru kota yang lebih modern, tanpa melupakan sejarah lokal. Kehadiran diorama digital sejarah Jambi ini juga diharapkan menjadi destinasi edukasi sekaligus rekreasi bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan