JAMBI – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) gencar menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat kurang mampu pada September 2025 ini. Bantuan diberikan dalam bentuk paket sembako dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang dapat digunakan untuk mengambil uang tunai melalui ATM Bank Mandiri.
Langkah ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat, khususnya warga yang masuk kategori miskin ekstrem. Program bansos tersebut merupakan bagian dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah berjalan di sejumlah daerah di Tanjab Barat.
Baca juga: Harga Telur di Pasar Aur Duri Kota Jambi Naik, Pedagang Keluhkan Pasokan Terbatas
Bupati Tanjab Barat, H. Anwar Sadat, menegaskan bahwa sejak awal September pihaknya rutin menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat. Menurutnya, kebutuhan dasar seperti beras menjadi fokus utama karena merupakan kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat.
“Sejak 1 September kami terus menyalurkan bantuan sosial, salah satunya berupa beras. Ini kebutuhan mendasar masyarakat, sehingga kami prioritaskan agar beban mereka berkurang,” ujar Anwar Sadat saat mendampingi penyaluran bansos, Jumat, (05/09/2025).
Penyaluran bansos ini juga dipantau langsung oleh Bupati. Beberapa kecamatan yang telah menerima bantuan di antaranya Kecamatan Betara, Bram Itam, dan Tungkal Ilir. Program ini akan dilanjutkan secara bertahap hingga menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Tanjab Barat.
Baca juga: Pasar TAC Kota Jambi Bakal Dikembangkan Jadi Pusat Ekonomi Rakyat
Selain paket sembako, warga penerima manfaat juga mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) berbentuk kartu ATM. Dari kartu ini, penerima dapat langsung mencairkan bantuan tunai di Bank Mandiri. Anwar Sadat berharap, skema ini bisa lebih efektif dan transparan sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.
“Program PKH dengan KKS ini kami targetkan bisa tepat sasaran. Jumlahnya mencapai 1.424 KKS. Dengan begitu masyarakat benar-benar terbantu, terutama yang selama ini tergolong kurang mampu,” tambah Anwar Sadat.
Baca juga: Harga Beras di Kota Jambi Terpantau Stabil, Pedagang dan Warga Merasa Lega
Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat juga mendorong perangkat desa, kelurahan, dan kecamatan untuk aktif mendata warganya yang masih hidup dalam kesulitan.
“Saya minta aparatur di desa maupun kecamatan lebih peka jika ada masyarakat yang masuk kategori miskin, supaya tidak ada yang terlewat dari program bantuan ini,” tegasnya.
Dengan adanya penyaluran bansos ini, Pemkab Tanjab Barat berharap masyarakat kurang mampu dapat merasakan kehadiran pemerintah, sekaligus memiliki daya tahan ekonomi yang lebih baik di tengah kebutuhan hidup yang semakin meningkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan