Jumat, 05 SEPTEMBER 2025 • 20:28 WIB

Harga Telur di Pasar Aur Duri Kota Jambi Naik, Pedagang Keluhkan Pasokan Terbatas

Author

Harga Telur di Pasar Aur Duri Kota Jambi Naik, Pedagang Keluhkan Pasokan Terbatas (Dok. Istimewah)

JAMBIHarga telur di Pasar Rakyat Aur Duri, Kota Jambi, mengalami kenaikan dalam empat hari terakhir. Setiap harinya harga naik sekitar Rp20 per butir, membuat pedagang dan konsumen merasakan dampaknya secara langsung.

Salah seorang pedagang telur, Nurul, mengatakan pasokan dari distributor yang biasanya lancar kini menjadi terbatas. “Biasanya pasokan masuk rutin dan dalam jumlah banyak. Tapi sudah beberapa hari ini jumlahnya dibatasi, sehingga stok di kios juga berkurang,” ungkapnya, Jumat, (05/09/2025).

Baca juga: Eks Pasar Talang Banjar Akan Disulap Jadi Diorama Digital Sejarah Jambi

Nurul menjelaskan, distributor biasanya menyuplai berbagai ukuran telur mulai dari jumbo, besar, putih, hingga sedang. Namun dalam sepekan terakhir, semua jenis telur didistribusikan dalam jumlah kecil. 

“Bukan hanya saya, hampir semua pedagang mengalami hal yang sama. Akibatnya pembeli juga jadi sepi dan mereka takut beli dalam jumlah banyak,” tambahnya.

Menurut Nurul, kenaikan harga telur biasanya terjadi saat bulan Ramadan dan Lebaran. Tetapi kali ini, kelangkaan pasokan membuat harga melonjak di luar momen tersebut. 

“Selama enam tahun saya berjualan, biasanya naik saat puasa dan lebaran. Sekarang beda, stok terbatas yang bikin harga naik. Tapi karena ada peringatan Maulid Nabi, banyak warga tetap mencari telur dalam jumlah banyak,” jelasnya.

Baca juga: Minat Baca di Provinsi Jambi Mengalami Kenaikan, Capai 68,25 Persen

Saat ini, telur ukuran kecil yang sebelumnya Rp1.400 per butir naik menjadi Rp1.500 per butir. Sedangkan telur jumbo yang beberapa hari lalu masih Rp1.800 per butir, kini dijual Rp1.850 per butir. Berbeda dengan telur puyuh yang harganya masih stabil di angka Rp40 ribu per papan.

Meski begitu, data Sistem Informasi Harga Komoditi (SIHARKO) Kota Jambi menunjukkan kondisi berbeda. Dalam data tersebut, harga telur ras masih tercatat Rp1.800 per butir, sementara telur ayam kampung dipatok Rp2.500 per butir.

Baca juga: Usai Uji Lap, Beras Subsidi Dikemas Ulang, Takaran Kurang Dari Seharusnya

Perbedaan antara data resmi dan kondisi lapangan ini menunjukkan dinamika pasar yang bergerak cepat dan fleksibel. 

“Kondisi pasar bisa berubah setiap hari, bahkan setiap jam. Karena itu, data yang ada di sistem kadang belum langsung menyesuaikan dengan situasi nyata,” kata Nurul.

Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam menyikapi pergerakan harga pangan. “Belanja sesuai kebutuhan saja. Jangan panik meski harga naik, karena biasanya kondisi seperti ini akan kembali normal setelah pasokan lancar,” tutup Nurul.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author

Rudiansyah

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU