JAMBI — Harga kebutuhan dapur khususnya bawang merah di pasar tradisional Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tercatat belum stabil dalam tiga minggu terakhir. Kondisi ini disebabkan oleh terbatasnya pasokan bawang merah ke tingkat pedagang.
Saat ini, harga bawang merah berada di angka Rp36 ribu per kilogram. Harga ini sebenarnya sudah mengalami penurunan dibandingkan minggu lalu yang sempat menyentuh Rp50 ribu per kilogram. Meski demikian, harga tersebut masih dinilai cukup tinggi bagi konsumen.
Salah satu pedagang di Pasar Tanggo Rajo Ilir, Rian, membenarkan bahwa harga bawang merah tidak menentu sejak awal Agustus. Ia mengaku kesulitan memperkirakan harga karena pasokan dari distributor tidak lancar.
“Memang stok dari awal bulan ini sedikit. Kadang datang, kadang kosong. Itu sebabnya harga sering berubah-ubah. Minggu lalu mahal banget, sekarang sudah mulai turun,” ujar Rian, pedagang bahan pokok di Pasar Tanggo Rajo Ilir.
Hal senada juga disampaikan Uni, pedagang lain di pasar yang sama.
Baca juga: Sasar Pajak Kendaraan Mati, Samsat dan Satlantas Gelar Razia di Gerbang Masuk Kuala Tungkal
Ia mengatakan bahwa pedagang tidak berani menyimpan stok bawang merah dalam jumlah banyak karena khawatir harga kembali melonjak dan merugikan mereka.
“Kita jual seperti biasa, tapi stok sedikit aja. Soalnya takut nanti harga naik mendadak, kita yang rugi,” jelas Uni.
Sementara itu, untuk harga komoditas dapur lainnya seperti bawang putih dan cabai merah, masih dalam kategori stabil. Bawang putih masih dijual seharga Rp32 ribu per kilogram, sedangkan harga cabai merah tetap di kisaran Rp35 ribu per kilogram.
Baca juga: Kebakaran Hebat Lahap 9 Rumah Warga di Kuala Tungkal, Tanjab Barat
Adapun untuk berbagai jenis sayuran, para pedagang menyebutkan pasokannya masih lancar dan tidak mengalami gangguan yang berarti. Ketersediaan yang stabil membuat harga sayuran relatif aman dan tidak mengalami fluktuasi signifikan.
Kondisi harga bawang merah yang tidak stabil ini diharapkan dapat segera teratasi jika distribusi dan pasokan dari daerah penghasil mulai kembali normal. Masyarakat pun berharap harga kebutuhan pokok bisa lebih terjangkau menjelang bulan September.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan