JAMBI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi hujan yang masih tinggi hingga awal September 2025. Berdasarkan informasi dari BMKG, intensitas hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Tanjab Barat.
Kepala BPBD Tanjab Barat, Zulfikri, mengatakan hujan yang terus terjadi berpotensi menimbulkan bencana, terutama bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai maupun wilayah rawan banjir.
Baca juga: HUT ke-80 RI, UPTD Samsat Batanghari Buka Program Pemutihan Pajak Kendaraan
“Masyarakat yang tinggal dekat bantaran sungai perlu meningkatkan kewaspadaan. Untuk nelayan, kami imbau agar selalu melengkapi diri dengan alat pelampung dan memperhatikan faktor keselamatan ketika melaut,” ujarnya. Jum'at, (22/08/2025).
Ia menegaskan, keselamatan nelayan bergantung pada kesiapan diri masing-masing. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut, seperti tenggelam akibat hempasan ombak tinggi saat mencari ikan.
Baca juga: Kasus Korupsi Rp105 Miliar, Kejari Jambi Limpahkan Berkas Tiga Tersangka ke Pengadilan Tipikor
Selain ancaman banjir, Zulfikri juga menyoroti potensi bencana alam lainnya seperti longsor dan angin puting beliung. Menurutnya, BPBD bersama instansi terkait selalu siaga dengan menyiagakan personel jika sewaktu-waktu terjadi bencana.
“Kalaupun ada kejadian banjir, longsor, atau puting beliung, BPBD bersama instansi terkait sudah siap siaga. Kami harap masyarakat juga dapat memahami kondisi ini dan selalu berhati-hati,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan wilayah Ulu Tanjab Barat masih termasuk rawan banjir. Beberapa kecamatan yang dianggap rawan antara lain Muara Papalik, Batang Asam, Renah Mendaluh, dan Merlung. Banjir di wilayah tersebut umumnya disebabkan luapan air dari sungai sekitar.
Baca juga: Warga Aur Kenali Desak Aktivitas Stockpile Batu Bara PT SAS Dihentikan
Selain banjir, ada juga kecamatan yang rawan longsor, yaitu Kecamatan Senyerang dan Pengabuan. Kondisi geografis dan curah hujan tinggi membuat wilayah ini perlu mendapatkan perhatian khusus.
Dengan kondisi tersebut, BPBD Tanjab Barat mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem. Masyarakat juga diimbau segera melapor kepada aparat desa atau BPBD jika terjadi indikasi bencana di wilayah masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan