JAMBI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penetapan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla yang bisa terjadi kapan saja, terutama saat memasuki musim kemarau. Rabu, (16/07/2025).
Kabid Kesiapsiagaan dan Sarana Prasarana BPBD Tanjab Barat, M. Isya, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan anggaran tahunan sebesar Rp143 juta guna menunjang berbagai kegiatan dalam siaga karhutla.
"Anggaran siaga karhutla sebesar 143 juta rupiah ini digunakan untuk berbagai kegiatan. Salah satunya adalah insentif bagi personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tanjab Barat," kata Isya, Rabu (16/07/2025).
Baca juga: Sepeda Motor Terbakar di Jalan Sunan Drajat, Api Sempat Sentuh Kabel WiFi
Meski hingga pertengahan Juli ini kejadian karhutla masih tergolong minim, hanya satu kasus kebakaran yang terjadi di Kecamatan Renah Mendaluh, namun BPBD tetap melakukan siaga penuh sebagai bagian dari tugas pokok dan fungsi lembaga.
"Meskipun baru satu kejadian, siaga tetap kami lakukan. Ini sudah menjadi bagian dari tanggung jawab BPBD. Kalau ada kebakaran, kami bisa langsung bergerak cepat ke lokasi," ujar Isya.
Ia juga menambahkan bahwa anggaran Rp143 juta tersebut tidak mengalami perubahan dari tahun-tahun sebelumnya. Dana tersebut rutin dialokasikan setiap tahun untuk mendukung kegiatan kesiapsiagaan karhutla.
Baca juga: Fenomena Bediding Landa Dataran Tinggi Jambi, Suhu Udara Turun Drastis di Malam Hari
Lebih lanjut, Isya menjelaskan bahwa menurut informasi dari BMKG, wilayah Tanjab Barat saat ini masih berada dalam kategori musim kemarau basah, di mana hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi.
"Arahan dari BMKG, Tanjab Barat masih masuk musim kemarau basah. Tapi personel TRC tetap kami standby-kan setiap hari," jelasnya.
Baca juga: BPBD Tanjab Barat Imbau Nelayan Terapkan Keselamatan Laut Meski Belum Musim Gelombang Tinggi
Sebagai bentuk kesiapsiagaan lebih lanjut, BPBD Tanjab Barat juga berencana mendirikan posko siaga karhutla di Desa Munti Alo, Kecamatan Betara, dalam waktu dekat.
BPBD berharap, dengan dukungan anggaran dan kesiapsiagaan personel di lapangan, kebakaran hutan dan lahan di wilayah Tanjab Barat dapat diminimalkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan