JAMBI - Fenomena penurunan suhu udara secara drastis pada malam hingga dini hari atau yang dikenal sebagai Bediding, tengah melanda sejumlah wilayah dataran tinggi di Provinsi Jambi, seperti Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh, dan sebagian wilayah Jangkat di Kabupaten Merangin.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Depati Parbo Kerinci, fenomena Bediding ini merupakan gejala alam yang umum terjadi pada saat musim kemarau, terutama di wilayah dataran tinggi.
"Dinginnya suhu udara saat ini merupakan fenomena Bediding yang umum terjadi pada saat musim kemarau," ujar Kurnianingsih, Kepala Stasiun BMKG Depati Parbo, saat dikonfirmasi, Senin, (14/7/2025).
Baca juga: Pria yang Tenggelam saat Mencari Krikil di Sungai Batanghari Ditemukan dalam Keadaan Meninggal Dunia
Ia menjelaskan, sejak awal Mei 2025, wilayah Kerinci, Kota Sungai Penuh, serta sebagian Jangkat di Merangin, memang telah memasuki musim kemarau. Pada masa ini, kondisi cuaca cenderung cerah pada siang hari, namun suhu turun drastis pada malam hingga pagi hari.
BMKG menyebut bahwa turunnya suhu tersebut disebabkan oleh menguatnya Monsun Australia, yang membawa massa udara dingin dan kering dari Benua Australia menuju wilayah Indonesia.
Dampak paling terasa terjadi di daerah pegunungan atau dataran tinggi seperti Kerinci dan sekitarnya.
Baca juga: BPBD Tanjab Barat Imbau Nelayan Terapkan Keselamatan Laut Meski Belum Musim Gelombang Tinggi
"Wilayah dataran tinggi lebih rentan mengalami penurunan suhu drastis, karena radiasi panas dari bumi pada malam hari terlepas ke atmosfer tanpa tertahan awan akibat cuaca cerah," jelas Kurnianingsih.
Warga diimbau untuk mewaspadai dampak dari suhu dingin yang ekstrem, terutama bagi anak-anak dan lansia.
BMKG juga menyarankan masyarakat untuk mengenakan pakaian hangat saat beraktivitas di malam hingga pagi hari.
Fenomena Bediding ini diperkirakan akan terus terjadi selama masa puncak kemarau, yang diprediksi berlangsung hingga akhir Agustus 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan