Senin, 14 JULI 2025 • 10:43 WIB

Polda Jambi Kerahkan Ratusan Personel untuk Operasi Patuh 2025, Ini Sasarannya

Author

Polda Jambi Kerahkan Ratusan Personel untuk Operasi Patuh 2025, Ini Sasarannya (Dok. Rudiansyah)

JAMBI - Sebanyak 422 personel gabungan Polda Jambi dikerahkan untuk Operasi Patuh Polda Jambi, yang akan dilaksanakan selam 14 hari dimulai sejak 14 hingga 27 Juli 2025.

Operasi Patuh ini dimulai dengan apel gelar pasukan di Mapolda Jambi, pada Senin (14/7/2025). Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H Siregar.

Kapolda Jambi mengatakan, selama operasi patuh ini dilaksanakan ada 8 poin yang akan menjadi sasaran.

Baca juga: Ratusan Personel dari Polda Jambi dan Polres Jajaran Diterjunkan untuk Siaga Karhutla

Berikut adalah sasaran dalam operasi patuh ini:

1. Menggunakan ponsel saat berkendara 

2. Mengemudi kendaraan di bawah umur 

3. Berboncengan lebih dari satu orang

4. Berkendara tidak menggunakan helm

5. Pengemudi tidak menggunakan safety belt 

6. Berkendara melawan arus

7. Berkendara melebihi batas kecepatan 

8. Berkendara dalam pengaruh alkohol 

"Tentunya operasi ini sudah melalui suatu proses. Dimana sebelumnya sudah ada proses sosialisasi oleh teman-teman Ditlantas Polda Jambi," kata Kapolda Irjen Pol Krisno H Siregar, Senin (14/7/2025).

Selain itu kata Kapolda, Ditlantas juga sudah berkoordinasi dengan stakeholder terkait guna untuk menyamakan persepsi langkah-langkah yang akan dilakukan.

Baca juga: Tim Gabungan Polri, TNI, Manggala Agni dan MPA Lakukan Patroli Terpadu di Kabupaten Batanghari untuk Antisipasi Karhutla

"Ketika operasi patuh selama 14 hari ini di wilayah hukum Polda Jambi mengecilkan atau menekan resiko dan menjamin sukses operasi ini berlangsung sehingga Jambi yang aman tertib, lancar, berlalulintas dapat terwujud dalam rangka mewujudkan Indonesia emas 2045," jelas Kapolda.

Karena menurut Kapolda, tertib berlalulintas merupakan satu indikator karakter suatu bangsa.

Lanjut Kapolda, kendaraan over loading merupakan salah satu sasaran yang akan ditertibkan.

"Hal ini juga sudah melalui sosialisasi dari Dirlantas dan tim. Sudah melakukan sosialisasi dengan menggunakan berbagai macam media, lalu juga sudah ada penindakan dengan soft, jadi bukan memberikan tilang, tapi peringatan," ujarnya.

Baca juga: Satu Hektar Lahan Sawit Terbakar di Tebo Ulu, Tiga Titik Karhutla Terpantau dalam Sepekan

Saat ini merupakan puncaknya, sehingga dengan sosialisasi yang sudah dilakukan sebelumnya, sudah dapat diketahui oleh pengemudi maupun pemilik usaha.

"Karena kami sudah banyak mendengar maupun keluhan-keluhan dan masukkan dari stakeholder. Baik itu dari masyarakat akibat dari odol ini, kemacetan, lalu ada kecelakaan fatal," sebutnya.

Selain itu, ada juga masukan dari stakeholder dari DPRD dan BPTD, terkait akibat dari kendaraan odol membuat jalan rusak. 

"Yang tadinya bisa sampai 15 tahun sehingga cuma jadi 3 tahun," katanya.

Sehingga kata Kapolda, hal ini perlu adanya kesadaran bersama dan dukungan baik dari masyarakat maupun pelaku usaha, agar operasi patuh 2025 ini dapat berjalan dengan lancar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author

Rudiansyah

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU