JAMBI - Ketegangan yang sempat mewarnai hubungan antara Pemerintah Kabupaten Merangin dan masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) akhirnya mencair. Lewat pendekatan dialog yang sejuk, Bupati Merangin M. Syukur berhasil untuk meredam miskomunikasi pasca-gelaran audiensi langsung bersama delapan Temenggung SAD di ruang kerja Kepala Dinas Sosial, pada hari Senin (25/05/2026).
Baca juga: Pemkot Semarang Terapkan Bayar Retribusi Sampah Non Tunai, Cegah Kebocoran
Pertemuan tatap muka ini sengaja dilakukan untuk meluruskan duduk perkara terkait program bantuan keramba ikan, sekaligus merespons insiden kericuhan yang sempat terjadi di Kantor Bupati Merangin beberapa waktu lalu.
Suasana kekeluargaan tampak kental saat Bupati juga menyambut para pemimpin adat SAD, yakni Temenggung Jhon Edward, Temenggung Carak, Temenggung Ngapas, Temenggung Pak Jang, Temenggung Jamal, Temenggung Stampung, Temenggung Sikar, dan Temenggung Jon. Pertemuan krusial ini juga dikawal langsung oleh Sekda Merangin Zulhifni, Asisten I Sukoso, Kadinsos A. Lazik, jajaran Forkopimda, perwakilan BIN Daerah, serta Camat Tabir Ulu dan Nalo Tantan.
Usai audiensi, Bupati M. Syukur juga menegaskan bahwa riak-riak yang terjadi sebelumnya murni karena sumbatan informasi. Ia memaklumi kehadiran para Temenggung yang menuntut kejelasan, mengingat dalam tatanan adat, mereka juga memandang kepala daerah sebagai sosok "Rajo" tempat mengadu.
Dalam kesempatan tersebut, M. Syukur juga mengurai benang kusut terkait isu tuntutan honorarium jabatan Temenggung yang sempat memicu polemik. Ia juga mengklarifikasi secara tegas bahwa regulasi pemerintah saat ini tidak membolehkan adanya alokasi anggaran khusus untuk gaji Temenggung.
Sebagai solusi administratif, Bupati juga menawarkan opsi bagi para pemimpin SAD jika ingin mendapatkan insentif resmi dari negara, yakni dengan melebur ke dalam struktur formal tingkat bawah.
Melangkah ke depan, jajaran Pemkab Merangin ingin berkomitmen dalam menerapkan pola komunikasi yang lebih intensif dan persuasif dalam mendampingi warga SAD. Fokus utama pemerintah daerah yaitu mendongkrak taraf ekonomi, jaminan sosial, serta memastikan anak-anak SAD mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Bupati juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak luar agar tidak mencoba memancing di air keruh maupun memanfaatkan kepolosan warga SAD demi syahwat kepentingan tertentu yang justru merugikan mereka.
Baca juga: Strategi Baru Geopark Meratus dan Angkasa Pura I Genjot Promosi Wisata Kalsel
"Saya minta komunikasi dua arah ini terus dijaga. Tolong jangan ada pihak ketiga yang memanfaatkan situasi, kasihan masyarakat kita. Kita semua ingin warga SAD bertransformasi, punya masa depan dan citra yang jauh lebih baik. Mengubah kebiasaan lama memang butuh waktu dan proses, tapi alhamdulillah hari ini semua pihak menunjukkan jiwa besar," tutup Bupati Merangin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Meranginkab.go.id