Ilustrasi jembatan (pinterest)
JAMBI - Bagi masyarakat Provinsi Jambi, Sungai Batanghari bukan hanya sekadar aliran air terpanjang di Sumatra yang membelah wilayah mereka. Sungai ini adalah urat nadi kehidupan, saksi sejarah, sekaligus rumah bagi rahasia-rahasia tua yang belum terpecahkan. Di atas aliran air yang tenang tetapi menghanyutkan ini, berdiri megah Jembatan Batanghari (baik Auduri I maupun Auduri II) yang menghubungkan mobilitas warga.
Baca juga: Di Balik Indahnya Jembatan Bangkung Bali, Tersimpan Kisah Mistis sampai Tragedi Tak Terduga
Namun, ketika saat matahari terbenam dan kegelapan mulai menyelimuti bentang jembatan, atmosfer tempat ini berubah drastis. Di balik deru mesin kendaraan yang melintas, dibaliknya tersimpan kisah horor yang melegenda dari generasi ke generasi: mitos buaya putih dan bisikan gaib di keheningan malam.
Salah satu mitos yang paling tua dan paling kuat yang melekat pada Jembatan Batanghari merupakan keberadaan siluman buaya putih. Bagi masyarakat Melayu Jambi, cerita mengenai buaya siluman bukanlah hal baru, namun eksistensinya di sekitar tiang-tiang pancang jembatan sering kali dikaitkan dengan peristiwa mistis.
Menurut penuturan warga lokal dan para pemancing malam, sosok buaya putih ini jarang menampakkan diri secara utuh. Biasanya, makhluk gaib ini hanya sekedar memperlihatkan siluet punggungnya yang besar dan berkilau keperakan di bawah sorot lampu jembatan, lalu menghilang seketika tanpa meninggalkan riak air.
Mitosnya, kemunculan sang buaya putih merupakan sebuah "pertanda". Masyarakat yang percaya bahwa jika makhluk ini menampakkan diri, itu merupakan peringatan agar para pelintas atau aktivitas warga di sekitar sungai lebih mawas diri karena air sedang meminta kewaspadaan, atau dalam istilah lokal kuno, wilayah tersebut sedang "berubah aura".
Gambaran Jembatan Batanghari (wisato.id)
Jika mitos buaya putih menguasai bagian bawah air, maka area yang bentang jembatan di malam hari menyimpan misteri lain yang tak kalah mencekam dengan bisikan gaib.
Kisah ini biasanya dialami oleh para pengendara motor yang melintas sendirian di atas jam 12 malam, atau warga yang sengaja menepi di tepi jembatan untuk sekadar hanya mencari angin. Di tengah keheningan malam yang hanya diiringi suara aliran sungai, beberapa orang juga mengaku mendengar suara bisikan lirih yang memanggil nama mereka atau suara gumaman tanpa wujud.
Urban legend yang beredar bahkan juga menyebutkan konsekuensi yang lebih ekstrem. Konon, bagi mereka yang melintas dengan keadaan melamun atau memiliki pikiran kosong, bisikan misterius tersebut seolah-olah memiliki daya hipnotis yang mendorong korban untuk mendekati pagar pembatas jembatan. Itulah mengapa, adanya beberapa kasus orang hilang atau tenggelam di sekitar jembatan sering kali dikaitkan masyarakat dengan fenomena bisikan penyesat ini.
Sebagai masyarakat yang rasional, kita tentu bisa membedakan mana murni gangguan supranatural dan mana yang bisa dijelaskan secara ilmiah. Ada beberapa alasan logis mengapa kisah horor di Jembatan Batanghari begitu subur berkembang:
1. Faktor Geografis dan Akustik Angin
Jembatan Batanghari yang bentang yang panjang dan terbuka. Pada malam hari, arus angin yang bertiup kencang dari bawah sungai dan menabrak tiang-tiang baja jembatan yang dapat menghasilkan suara dengungan atau siulan bernada rendah. Bagi pengendara yang lelah, suara angin ini juga bisa terdistorsi di dalam helm dan terdengar seperti bisikan manusia (auditory pareidolia).
2. Efek Visual Trick di Atas Air
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber