Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 10 MARET 2026 • 18:41 WIB

Jejak Kelam di Bawah Bandara: Menguak Sisi Wisata Horor Bunker Jepang Sultan Thaha di Jambi


Jejak Kelam di Bawah Bandara: Menguak Sisi Wisata Horor Bunker Jepang Sultan Thaha di JambiIlustrasi Bangker Jepang (Admin Facebook/@ANAK MELAYU JAMBI)

JAMBI - Di balik modernitas Bandara Sultan Thaha yang menjadi gerbang utama Provinsi Jambi, tersembunyi sebuah portal menuju masa lalu yang kelam. Hanya beberapa dari ratus meter dari hiruk-pikuk landasan pacu, sebuah struktur beton tua yang tertimbun tanah berdiri membisu. Disinilah Bunker Jepang, menjadi saksi bisu peperangan yang kini  telah bertransformasi menjadi destinasi wisata horor bagi mereka yang cukup berani menantang nyali.

Baca juga: Setan Alas! Tawarkan Horor Tanpa Jumpscare, Karya Mahasiswa Sekolah Vokasi UGM Gemparkan Perfilman di Luar Negeri Tahun 2024

Memasuki area bunker tersebut seperti melangkah keluar dari garis waktu masa kini. Udara seketika berubah menjadi lembap dan pengap. Cahaya matahari yang terik di luar hanya mampu menyentuh bibir pintu masuk, meninggalkan bagian dalam bunker dalam kegelapan abadi yang pekat.

Struktur bangunan ini adalah bagian dari sistem pertahanan udara tentara Jepang yang dibangun sekitar pada tahun 1942. Dinding betonnya yang tebal dirancang untuk menahan guncangan bom, namun kini dinding-dinding itu tertutup oleh lumut dan rembesan air, yang menciptakan pola-pola aneh yang seringkali memancing imajinasi liar para pengunjung.

Daya tarik utama bunker ini sebagai lokasi wisata horor bukan hanya terletak pada arsitekturnya, melainkan pada "energi" yang tertinggal di dalamnya. Banyak warga lokal dan pemburu konten misteri dengan menceritakan pengalaman serupa saat berada di dalam lorong sempit tersebut:

  • Suara tanpa wujud yang terdapat beberapa pengunjung mengaku mendengar derap langkah kaki sepatu laras panjang yang bergema di lorong, seolah-olah patroli tentara masih berlangsung hingga saat ini.
  • Aura "Berat" di sudut ruangan terdapat titik-titik tertentu di dalam bunker di mana suhu udara terasa turun drastis, disertai perasaan diawasi oleh mata yang tak terlihat dari kegelapan.
  • Kilasan masa lalu dengan adanya cerita tentang penampakan sosok prajurit dengan seragam lusuh atau suara rintihan di malam-malam tertentu telah menjadi bumbu penyedap yang menjadikan tempat ini primadona bagi pecinta supranatural.

Meskipun label wisata horor melekat kuat, Bunker Jepang Sultan Thaha tetaplah menjadi situs sejarah yang bernilai tinggi. Bunker ini merupakan bukti nyata taktik pertahanan militer masa lampau dan menjadi pengingat akan masa pendudukan yang penuh penderitaan bagi rakyat Jambi kala itu.

Bagi pengunjung yang ingin melakukan eksplorasi, sangat disarankan dalam:

  • Membawa penerangan yang cukup seperti senter adalah alat wajib karena bagian dalam sangat gelap.
  • Menjaga etika dan jangan merusak dinding atau mencoret-coret bangunan sejarah.
  • Izin lokal karena lokasinya berada di kawasan objek vital bandara, pastikan Anda telah berkoordinasi dengan pihak keamanan atau pengelola setempat.

Baca juga: Wahana Horor “K.A.N.D.O.L.E” Angkat Urban Legend Sulawesi Tenggara, Siap Uji Nyali Warga Kendari

Bunker Jepang Sultan Thaha juga menawarkan pengalaman yang berbeda dari sekadar wisata foto. Ia mengajak kita menyelami kegelapan, merasakan desau angin masa lalu, dan menghargai setiap jengkal sejarah yang terkubur di bawah tanah Jambi. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jejak Kelam di Bawah Bandara: Menguak Sisi Wisata Horor Bunker Jepang Sultan Thaha di Jambi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!