Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 06 SEPTEMBER 2025 • 20:39 WIB

Mengenal Thehok: Jejak Sejarah Warga Tionghoa di Kota Jambi

Mengenal Thehok: Jejak Sejarah Warga Tionghoa di Kota JambiMengenal Thehok: Jejak Sejarah Warga Tionghoa di Kota Jambi (Dok. Istimewah)

JAMBI – Masyarakat Jambi tentu tidak asing lagi dengan nama sebuah kawasan di Kecamatan Jambi Selatan, yakni Thehok. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu daerah padat penduduk dan pusat aktivitas ekonomi. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa nama Thehok ternyata berasal dari nama seorang tokoh Tionghoa yang berperan besar dalam sejarah Jambi.

Berdasarkan buku Toponimi Sudut-Sudut Kota Jambi karya sejarawan Jambi, Junaidi T Noor, Thehok berasal dari nama seorang pengusaha dan saudagar Tionghoa bernama Tjoa The Hok. Ia pertama kali menginjakkan kaki di Jambi pada abad ke-19, tepatnya tahun 1890, ketika usianya baru 18 tahun.

Baca juga: Pelabuhan Tanggo Rajo Ulu Ambruk, Satu Kapal dan Satu Pompong Tertimpa Reruntuhan

Saat itu, Tjoa The Hok mendapatkan hak guna usaha atas tanah di Jambi untuk dikelola sebagai perkebunan karet. Lahan miliknya sangat luas, membentang dari Simpang Jelutung hingga ke arah Paal Merah Lama, bahkan melebar hingga ke Tambak Sari dan Jalan M. Taher di wilayah Jambi Selatan.

Nama kawasan Thehok muncul karena pada masa itu banyak orang datang ke lokasi usaha Tjoa The Hok yang dikenal sebagai tauke karet. Selain bertransaksi dagang, masyarakat juga sering bertandang ke tokonya yang bernama Tjoa Ngie Long. Lokasi usahanya kini dikenal sebagai Jalan Jenderal Sudirman, Jambi.

Baca juga: Kebakaran di Desa Siulak Deras Mudik Hanguskan Empat Rumah Warga

Sebagai seorang pedagang, Tjoa The Hok dikenal ulet dan sukses. Ia memiliki kebun karet sekaligus pabrik pengolahan getah yang populer disebut gudang asap. Karet-karet yang diolah di pabriknya berasal dari hasil panen para petani lokal. Selain piawai dalam berdagang, ia juga dikenal ramah dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Tidak hanya itu, pada masa perjuangan melawan penjajahan Jepang, Tjoa The Hok secara diam-diam turut membantu para pejuang Jambi. Ia memberikan bantuan logistik berupa bahan makanan hingga perlengkapan senjata kepada para pejuang. Sikapnya ini membuatnya dikenang sebagai salah satu warga Tionghoa yang ikut berperan dalam sejarah perjuangan masyarakat Jambi.

Baca juga: Turunnya Harga Bahan Pokok, Kota Jambi Alami Deflasi 0,05 Persen pada Agustus 2025

Tjoa The Hok dikaruniai delapan anak, terdiri dari tiga laki-laki dan lima perempuan. Seiring berjalannya waktu, kawasan yang dulu menjadi lahan perkebunannya berubah menjadi kawasan permukiman. Tahun 1981, wilayah ini resmi menjadi sebuah kelurahan bernama Kelurahan Thehok. Sementara itu, tanah persil beserta pabrik milik Tjoa The Hok dinasionalisasikan menjadi milik negara, daerah, dan sebagian menjadi milik rakyat.

Pengusaha karet ini lahir di Tiongkok dan wafat di Singapura pada 20 April 1958. Namun, pada tahun 2008, makamnya dipindahkan ke Jambi dan disemayamkan di Vihara Sakya Kirti yang berada di Jalan Diponegoro, Sulanjana, Kota Jambi. Jejak kehidupannya kini masih membekas dalam nama kawasan Thehok, yang menjadi saksi peran warga Tionghoa dalam perjalanan sejarah Kota Jambi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Thehok: Jejak Sejarah Warga Tionghoa di Kota Jambi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!