JAMBI – Sebuah peristiwa kemanusiaan terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbarat). Seorang nenek lansia bernama Ramsiah (69), warga Perumahan Nelayan 100 Parit 5, Jalan Lintas Roro, terpaksa mendatangi kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Tanjabbarat bukan karena rumahnya terbakar ataupun gangguan hewan berbahaya, melainkan untuk meminta pertolongan melepas cincin di jarinya yang bengkak.
Kedatangan nenek Ramsiah cukup mengundang perhatian. Dengan penuh harap, ia meminta bantuan petugas agar cincin berbahan stenlis yang menempel di jari tengah tangan kanannya bisa segera dilepas. Pasalnya, cincin tersebut sudah sulit dilepaskan lantaran jarinya membengkak cukup parah.
Baca juga: Polres Tanjabbarat Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Pembengis Tertimpa Musibah Puting Beliung
Kasi Operasional Damkar Tanjabbarat, Anwar, membenarkan adanya kedatangan nenek Ramsiah ke kantornya untuk meminta bantuan.
“Benar, hari ini seorang warga lansia datang ke kantor kita untuk meminta pertolongan. Cincin di jari tengah tangan kanannya sulit dilepas karena sudah bengkak,” ujarnya, Senin (19/08/2025).
Anwar menjelaskan, proses pelepasan cincin tersebut tidaklah mudah. Petugas Damkar harus bekerja selama kurang lebih satu jam dengan menggunakan peralatan seadanya.
“Petugas kita langsung sigap membantu, meski butuh waktu cukup lama. Akhirnya cincin berhasil dilepas dengan cara dipotong, agar tidak menimbulkan rasa sakit lebih parah bagi beliau,” terangnya.
Baca juga: Meriahkan HUT KE-80 RI, Warga di Kenali Asam Bikin Lomba Senam
Menurut keterangan nenek Ramsiah, alasan dirinya mendatangi kantor Damkar adalah karena keterbatasan biaya. Ia mengaku tidak berani pergi ke puskesmas maupun rumah sakit.
“Saya tidak punya biaya ke rumah sakit, jadi saya minta tolong ke Damkar saja. Sudah seminggu tangan saya sakit karena cincin ini tidak bisa dilepas,” ungkap nenek Ramsiah dengan nada haru.
Beruntung, para petugas Damkar melaksanakan tugasnya dengan sepenuh hati. Proses pelepasan cincin pun berjalan lancar meski membutuhkan kesabaran ekstra. Setelah cincin berhasil dilepas, nenek Ramsiah terlihat lega dan mengucapkan terima kasih kepada para petugas.
Anwar menambahkan, apa yang dilakukan pihaknya merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Damkar dalam melayani masyarakat, bukan hanya dalam penanggulangan kebakaran.
Baca juga: Ribuan Kendaraan di Tebo Masih Nunggak Pajak, Samsat Lakukan Razia hingga Jemput Bola
“Kami di Damkar memiliki tupoksi penyelamatan. Jadi, setiap bentuk pertolongan yang menyangkut keselamatan masyarakat akan kita bantu semaksimal mungkin,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan