Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 04 AGUSTUS 2025 • 19:08 WIB

Cuaca Ekstrem! Pesawat Super Air Jet Gagal Mendarat di Jambi, Dialihkan ke Palembang

Cuaca Ekstrem! Pesawat Super Air Jet Gagal Mendarat di Jambi, Dialihkan ke PalembangCuaca Ekstrem! Pesawat Super Air Jet Gagal Mendarat di Jambi, Dialihkan ke Palembang (Dok. Istimewa)

JAMBI - Cuaca ekstrem kembali memaksa sebuah pesawat komersial gagal mendarat sesuai jadwal. Pesawat Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 974 rute Batam–Jambi terpaksa mengalihkan pendaratan ke Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang akibat hujan deras dan angin kencang di Bandara Sultan Thaha, Jambi.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (03/08/2025) sekitar pukul 18.00 WIB, saat cuaca buruk melanda Jambi. Kondisi jarak pandang di bandara dilaporkan hanya berkisar antara 300 hingga 500 meter.

"Benar, karena bad weather (cuaca buruk)," ujar Executive General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Mabrun. Senin, (04/08/2025).

Baca juga: Ditpolairud Polda Jambi Sidak Personel, Periksa Keterlibatan Judi Online

Menurut Ardon, pesawat yang mengangkut sekitar 160 penumpang sempat berputar-putar di udara selama beberapa waktu, sebelum akhirnya pilot memutuskan mengalihkan pendaratan ke Palembang demi keselamatan.

"Kondisinya memang tidak memungkinkan bagi pilot untuk memaksa landing di Jambi. Maka diputuskan dialihkan sementara ke Palembang," jelas Ardon.

Setelah mendarat aman di Palembang, para penumpang harus menunggu selama beberapa jam hingga cuaca di Jambi membaik. Sekitar pukul 20.30 WIB, pesawat akhirnya bisa terbang kembali dan mendarat dengan aman di Bandara Sultan Thaha.

"Alhamdulillah, landing di Jambi berjalan lancar setelah cuaca mulai membaik. Meski para penumpang tampak kelelahan, keselamatan tetap menjadi prioritas," tambah Ardon.

Setelah menurunkan seluruh penumpang, pesawat kemudian kembali ke Batam sesuai jadwal penerbangan selanjutnya.

Sementara itu, BMKG Stasiun Kelas I Sultan Thaha Jambi menjelaskan bahwa hujan deras disertai angin kencang di Jambi terjadi akibat kombinasi beberapa faktor atmosfer.

"Meski kita sedang berada di musim kemarau, tetap ada potensi hujan lebat karena adanya pusat tekanan rendah di sebelah barat Jambi dan pengaruh gelombang atmosfer global, yaitu Madden Julian Oscillation (MJO)," kata Forecaster BMKG, Randy HB.

Randy menyebut MJO sebagai fenomena gelombang besar awan hujan yang memengaruhi pola cuaca di berbagai belahan dunia.

"MJO sedang masuk fase 1, yang turut meningkatkan pertumbuhan awan-awan hujan. Jadi meski kemarau, tetap bisa turun hujan intens, hanya durasinya yang singkat," tambahnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem, terutama di masa peralihan musim dan fenomena global yang memengaruhi pola hujan di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Cuaca Ekstrem! Pesawat Super Air Jet Gagal Mendarat di Jambi, Dialihkan ke Palembang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!