JAMBI - Memasuki puncak musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama dengan pemerintah setempat mengimbau warga Kota Jambi alam meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir genangan dan luapan sungai. Curah hujan dengan intensitas tinggi yang kerap mengguyur dalam durasi lama menjadi pemicu utama naiknya debit air di sejumlah wilayah.
Baca juga: Pemkot Semarang Tekankan Kerja Sama Antar Daerah untuk Atasi Banjir dan Rob
Untuk mengantisipasi dampak buruk, penting bagi masyarakat yang terutama yang tinggal di kawasan dataran rendah atau dekat dengan aliran drainase utama. Untuk mengetahui titik-titik rawan banjir di Kota Jambi.
Berdasarkan pemetaan berkala dan fluktuasi genangan yang kerap terjadi, berikut adalah daftar kecamatan dan titik rawan banjir di Kota Jambi yang perlu diwaspadai:
1. Kecamatan Alam Barajo
Kecamatan ini menjadi salah satu wilayah yang paling sering mengalami banjir genangan saat intensitas dengan hujan tinggi. Titik fokus utamanya pada kawasan:
- Kawasan Kenali Besar yang terutama di area sekitar jalan protokol dan perumahan warga yang memiliki kontur tanah cekung.
- Kawasan Simpang Rimbo yang terdapat beberapa titik di sekitar area ini kerap mengalami luapan air drainase yang lambat surut.
2. Kecamatan Jelutung
Padatnya pemukiman dan penyempitan saluran air yang membuat beberapa titik di Jelutung cukup rentan, di antaranya:
- Kawasan Payo Lebar dengan sering terjadi genangan air yang cukup tinggi hingga sampai masuk ke pelataran rumah warga jika hujan lebat berlangsung lebih dari dua jam.
- Kawasan Kebun Handil yang terutama pada area pemukiman yang berdekatan dengan saluran pembuangan utama.
3. Kecamatan Kotabaru
Kecamatan Kotabaru juga masuk dalam radar pantauan tim posko siaga bencana. Beberapa titik rawan meliputi:
- Kawasan Paal Lima yang terdapat di area sekitar pemukiman dekat bantaran sungai kecil atau drainase besar.
- Kawasan Kenali Asam Bawah yang berlokasi didataran rendah di wilayah ini kerap menjadi langganan genangan air limpasan.
4. Kecamatan Telanaipura
Sebagai pusat pemerintahan, Telanaipura tidak luput dari ancaman banjir luapan, khususnya:
- Kawasan Buluran Kenali dengan daerah yang berdekatan langsung dengan daerah aliran sungai (DAS) Batanghari atau rawa.
- Kawasan Penyengat Rendah yang berada di Area bantaran yang rawan terdampak jika debit Sungai Batanghari mulai merangkak naik ke level siaga.
Jika hujan deras melanda lebih dari dua jam berturut-turut, segera amankan dokumen penting, naikkan barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi, dan awasi instalasi listrik di rumah untuk menghindari terjadinya korsleting.
Pemerintah Kota Jambi bersama tim evakuasi terus menyiagakan personel dan peralatan di posko-posko strategis. Warga juga diharapkan untuk aktif bergotong-royong dan membersihkan sedimen sampah di parit lingkungan masing-masing demi memperlancar jalannya arus air.
Baca juga: Gubernur Sulsel Tinjau Banjir di Bone, Salurkan Bantuan dan Santunan untuk Korban
Tetap pantau pembaruan cuaca resmi dari BMKG dan nomor darurat penanganan bencana setempat supaya selalu siap siaga menghadapi segala kemungkinan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis