Gambaran kumpulan berbagai bunga (pinterest)
JAMBI - Bagi masyarakat Provinsi Jambi, flora identitas daerah bukan hanya sekadar tanaman hias yang mempercantik pekarangan maupun untuk pelengkap ekosistem hutan tropis. Di balik keindahan visualnya, terdapat jalinan sejarah, falsafah hidup yang mendalam, serta simbol jati diri yang melekat erat dengan kebudayaan masyarakat Melayu Jambi.
Baca juga: Mengenal Bunga Khas Gorontalo, Flora Unik yang Penuh Makna Filosofi
Provinsi yang dikenal dengan semboyan Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini memiliki Bunga Pinang Merah (Areca vestiaria) sebagai maskot flora resmi. Mari kita bedah secara lengkap sejarah, makna, dan filosofi mendalam di balik flora khas kebanggaan Jambi ini!
Gambaran Bunga Pinang Merah (mongabay.co.id)
Secara hukum melalui keputusan kementerian, Pinang Merah ditetapkan sebagai flora identitas resmi Provinsi Jambi. Pohon palem ini memiliki karakteristik yang mencolok, yaitu pelepah dan batang bagian atasnya berwarna merah menyala yang kontras dengan daunnya yang hijau segar.
Pinang Merah adalah tanaman asli (indigenos) dari hutan tropis Indonesia. Di Jambi, tanaman ini tidak hanya tumbuh liar di hutan, tetapi juga sejak lama ditanam di pekarangan rumah tetua adat sebagai simbol untuk penyambutan dan tolak bala menurut kepercayaan lokal kuno.
Baca juga: Keindahan Bunga Sente Hitam Yang Jarang Ditemui
Bunga khas Provinsi Jambi yaitu Pinang Merah sebagai maskot untuk lambang daerah memberikan pesan moral yang kuat lintas generasi. Mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang tangguh, tegak, dan berani seperti Pinang Merah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber