Gambaran Vihara di Thailand (pinterest)
JAMBI - Jambi bukan hanya sekedar mengenai Sungai Batanghari atau Candi Muaro Jambi yang megah. Di sudut-sudut kotanya, berdiri bangunan-bangunan dengan arsitektur khas yang memadukan warna merah menyala dan emas. Vihara-vihara di Jambi bukan sekadar tempat ibadah, melainkan saksi bisu perjalanan sejarah dan simbol kerukunan antarumat beragama.
Baca juga: Jelang Imlek 2026, Vihara di Bali Bersolek: Dari Ritual Suci sampai Lampion Merah
Sejarah vihara di Jambi tidak lepas dari kedatangan masyarakat Tionghoa ke tanah Sumatera berabad-abad lalu. Hubungan dagang yang kuat membuat budaya Tionghoa yang melebur dengan kearifan lokal. Vihara juga menjadi pusat spiritual lama, terdapat beberapa vihara tertua di Jambi awalnya didirikan sebagai bentuk rasa syukur para perantau atas keselamatan mereka setelah mengarungi lautan. Serta, adanya transformasi arsitektur dari bangunan kayu sederhana, vihara-vihara ini berkembang menjadi bangunan megah dengan detail ukiran naga dan burung feniks yang tetap mempertahankan sentuhan lokal Jambi.
Beberapa vihara di Jambi telah menjadi daya tarik wisata religi karena keindahannya. Berikut adalah beberapa yang paling menonjol:
Vihara Sakyakirti
Pemandangan Vihara Sakyakirti (admin wihara.org)
Terletak di kawasan Pasar, vihara ini adalah salah satu yang tertua dan paling aktif. Terdapat Ornamen naga yang mendetail dan suasana tenang di tengah hiruk-pikuk pusat kota. Sering menjadi pusat perayaan hari besar seperti Waisak dan Imlek.
Vihara Jaya Manggala
Gambaran Vihara Jaya Manggala (Facebook/@Vihara Jaya Manggala)
Dikenal dengan bangunannya yang megah dan luas. Vihara ini juga sering dianggap sebagai salah satu pusat studi agama Buddha yang penting di Provinsi Jambi. Terdapat perpaduan warna merah dan emas yang kontras dengan langit biru Jambi, yang menjadikannya spot favorit bagi pecinta fotografi arsitektur.
Vihara di Jambi juga memainkan peran penting sebagai ruang pertemuan budaya.Dilihat dari saat perayaan Imlek atau Cap Go Meh, vihara yang terbuka bagi siapa saja. Masyarakat dari berbagai latar belakang etnis sering berkumpul untuk menyaksikan atraksi barongsai atau sekadar menikmati suasana festival. Disisi lain, banyak vihara yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan, seperti pembagian sembako atau pengobatan gratis, yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang keyakinan.
Bagi pengunjung yang mencari ketenangan, vihara juga menawarkan atmosfer yang berbeda. Aroma hio (dupa) yang khas dan suara lonceng yang samar memberikan efek meditatif. Ini merupakan tempat di mana hiruk-pikuk duniawi sejenak berhenti, yang memberikan ruang bagi refleksi diri.
Baca juga: Sejarah Sunan Gunung Jati dan Vihara Avalokitesvara Banten Lama
Vihara-vihara di Jambi merupakan permata tersembunyi yang menyimpan cerita tentang, iman, dan keberagaman. Mengunjungi tempat-tempat ini bukan hanya sekedar soal mengagumi arsitekturnya, tapi juga merayakan identitas Jambi yang inklusif dan berwarna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber