Pemandangan Klenteng Hok Tek Jambi (Ksandi)
JAMBI - Dalam Kota Jambi memilki budaya dengan adanya keanekaragaman yang unik. Salah satu dari budayanya yaitu adanya bangunan Klenteng Hok Tek yang ada di Jambi.
Klenteng Hok Tek merupakan klenteng tertua yang ada di Kota Jambi. Dibagun pada tahun 1838 M, yang berdasarkan pada bukti papan sumbangan pada tanggal 2489 Imlek. Klenteng tersebut menjadi bukti adanya perjalanan masyarakat Tionghoa, yang sudah berada di Jambi kurang lebih dari 200 tahun lalu.
Baca juga: Klenteng Eng An Kiong, Jejak Wisata Religi Abad ke 18 di Kota Malang
Klenteng Hok Tek terletak dikawasan Pasar Jambi dan telah mempunyai status Cagar Budaya. Bagunan tersebut diresmikan sebagai "Objek Cagar Budaya Kota Jambi" dengan melalui SK Wali Kota Jambi No 283 Tahun 2023. Penetapan tersebut didasarkan adanya nilai penting bagi sejarah, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan. Serta Klenteng Hok Tek ini menjadi bangunan klenteng pertama yang ada di Kota Jambi.
Bangunan tersebut memilki arsitektur Tionghoa dengan menggunakan prinsip Feng Shui. Prinsip yang digunakan yang mempunyai ciri khas tersendiri seperti terdapat pelana (hsuan shan), pada bentuk atapnya berbentuk jurai, dan adanya hiasan simbol naga. Klenteng Hok Tek bangunannya menghadap ke arah Timur, yang mengambarkan tata ruang tradisional sebagai tempat ibadah Tri Dharma.
Baca juga: Menelusuri Jejak Sejarah Klenteng Kim Tek Le: Mutiara di Jantung Glodok yang Tak Lekang oleh Waktu
Klenteng Hok Tek sendiri, dulunya bukan hanya sebagai tempat untuk ibadah saja. Dibalik bangunan tersebut mempunyai kisah sejarah yang heroik. Pada masa Belanda bangunan tersebut, sebagai tempat yang digunakan oleh rakyat Jambi sebagai tempat persembunyian dan gudang penyimpanan senjata.
Melalui Klenteng Hok Tek ini menjadi bukti bahwa pada abad ke-19 sudah ada kebudayaan Cina yang berkembang menjadi daerah kosmopolitan di Kota Jambi. Sampai sekarang ini kebudayaan Cina bertumbuh dan berdampingan harmonis dengan kebudayaan Melayu maupun dengan kepercayaan lainnya yang ada di Kota Jambi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kota Jambi