JAMBI - Personel Sat Polairud Polres Tanjung Jabung Barat bersama tim gabungan dengan mengerahkan seluruh kemampuan untuk mencari dua pekerja yang dilaporkan hilang akibat runtuhnya jembatan penyeberangan di Sungai Limau, RT 05 Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Baca juga: DBD di Riau Capai 1.682 Kasus, 12 Warga Meninggal Dunia Selama Januari-April 2026
Insiden kecelakaan kerja yang mengejutkan warga setempat tersebut terjadi pada hari Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Peristiwa nahas ini bermula pada saat para pekerja tengah melakukan proses pengerjaan penurunan struktur jembatan. Jembatan tersebut sedianya akan difungsikan sebagai akses vital bagi kendaraan roda empat yang menghubungkan wilayah Desa Sungai Landak menuju Desa Pasar Senin, Kecamatan Pengabuan.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, para pekerja sempat melakukan pengelasan di bagian bawah jembatan sebelum tiba-tiba terjadi pergeseran struktur yang berujung pada ambruknya di bagian depan jembatan. Runtuhnya konstruksi ini diduga kuat dipicu adanya kondisi tanah longsor di sekitar lokasi yang membuat tiang penyangga jembatan tidak mampu lagi menahan beban berat.
Akibat ambruknya jembatan tersebut, dua orang pekerja berinisial I (35) dan N.A (42) seketika terjatuh dan dilaporkan hilang. Keduanya diduga kuat terseret oleh derasnya arus sungai saat kejadian berlangsung. Rekan kerja dan warga sempat mencoba melakukan upaya dalam penyelamatan sesaat setelah kejadian, namun kuatnya arus sungai menyulitkan evakuasi hingga kedua korban luput dari jangkauan.
Mendapat laporan tersebut, Sat Polairud Polres Tanjab Barat secara langsung bergerak cepat ke lokasi guna memimpin jalannya operasi penyelamatan dan pencarian. Aksi kemanusiaan ini dilakukan dengan metode bahu-membahu melibatkan berbagai instansi terkait.
Kasat Polairud Polres Tanjung Jabung Barat, IPTU M. Ramadhansyah P., menyampaikan bahwa pencarian dilakukan secara intensif dengan menyisir aliran sungai di sekitar lokasi kejadian hingga radius ke arah hilir sungai.
Operasi penyisiran berkala ini melibatkan kekuatan penuh dari tim gabungan yang terdiri dari:
- Sat Polairud Polres Tanjab Barat.
- Personel Polsek Pengabuan.
- Basarnas Kuala Tungkal.
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjab Barat.
- Serta dibantu secara swadaya oleh masyarakat setempat.
Baca juga: Pemkot Semarang Siapkan Pos Permanen di Silayur, Lengkap EWS 24 Jam Cegah Kecelakaan
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus bersiaga dan berupaya semaksimal mungkin di lapangan guna untuk menemukan keberadaan kedua korban. Polisi bersama instansi terkait juga memperketat pengamanan dan pendataan di sekitar lokasi runtuhnya jembatan guna mengantisipasi serta mencegah terjadinya kecelakaan susulan selama proses evakuasi dan pencarian berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tribratanews.jambi.polri.go.id