JAMBI - Momen mudi lebaran menjadi sebuah momen yang dinantikan.Tetapi dibalik itu, terdapat tantangan di aspal lintas Sumatera yang tidak bisa diremehkan. Bagi Anda yang berencana ingin melintasi Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, sebelumnya harus memahami dulu peta kemacetan, agar di perjalanan tidak berujung pada kelelahan di tengah jalan.
Baca juga: Jakarta Diguyur Hujan Deras Senin Pagi, Cek Rute Transjakarta yang Terlambat Akibat Macet Parah
Simak berikut beberap titik padat yang ada di Jambi:
1.Titik Merah yang Rawan Macet di Jambi
Berdasarkan pantauan yang rutin, terdapat beberapa titik yang menjadi kawasan yang sering terjadi kepadatan berkendara di wilayah Jambi.
- Kawasan Mendalon (Muara Jambi)
Kawasan tersebut, menjadi titik kursial, karena adanya aktivitas truk logistik dan kedekatannya dengan area kampus. Hal ini, menimbulkan terjadinya kemacetan yang sering. Jika ada kendaraan besar lewat maupun mengalami kendala teknis biasanya menimbulkan antrean yang panjang.
- Jembatan Aur Duri I & II
Jembatan tersebut sebagai pintuk masuk utama menuju Kota jambi, adanya penyempitan pada jalur di area ini sering memicu antrean panjang, terutama pada sore hari. terjadi penyempitan jalur di pangkal jembatan yang secara otomatis menghambat laju kendaraan dan memicu antrean panjang.
- Simpang Tempino
Adanya pertemuan arus dari Sumatera Selatan, untuk lewat kawasan tersebut membutuhkan kesabaran ekstra bagu para pemudik. Jalur ini alur ini didominasi oleh kendaraan logistik berat (truk antar provinsi), sehingga saat volume mobil pribadi meningkat tajam saat mudik, sering terjadi antrean panjang di persimpangan.
- Simpan Tembesi
Kawasan tersebut berada di Kabupaten batanghari yang menjadi slah satu titik paling vital yang ada di seluruh mudik Jambi karena merupakan "simpul" pembagian arah. Pertemuan dua arus besar (dari arah Bungo dan Sarolangun) yang menyatu menuju Kota Jambi sering membuat Simpang Tembesi mengalami kemacetan total jika tidak ada pengaturan manual dari kepolisian.
2. Rute Alternatif
- Rute Alternatif Simpang Tempino & Kota Jambi
- alur Tempino – Bulian via Tanjung Pauh
Jalur tersebut ini menhubungkan Tempino langsung ke Muara Bulian tanpa melewati pusat Kota Jambi. Rute ini sangat efektif karena bisa memangkas jarak tempuh hingga lebih dari 15 kilometer.
- Jalan Tol Bayung Lencir – Tempino (Baleno)
Jalan tol tersebut sudah siap untuk menghadapi arus mudik 2026. Menggunakan tol ini akan sangat mempercepat waktu tempuh dari perbatasan Sumatera Selatan hingga memasuki wilayah Jambi.
- Seksi Tol Tempino – Simpang Ness
Ruas tol sepanjang 18,49 km ini juga telah selesai dikerjakan, memudahkan akses menuju wilayah Kabupaten Batanghari.
2. Rute Alternatif Jambi – Batanghari (Menuju Lintas Tengah)
- Jalan Ness – Bajubang
Jalur tersebut menghubungkan Kota Jambi langsung dengan Kabupaten Batanghari. Melalui rute ini dapat mempersingkat waktu tempuh bagi mereka yang ingin menju Bungo, telo, Sarolangun, Kerinci, hingga Merangin.
3. Rute Alternatif Lintas Tengah Menuju Sumatera Barat
- Jalur Jujuhan, dengan melalui ujuhan menuju Simpang Rantau Ikil – Desa Pulau Batu Jujuhan Ilir hingga mencapai Koto Baru, Dharmasraya.
- Jalur Rimbo Bujang, dengan melewati Melewati Rimbo Bujang menuju Simpang Lopon – Tujuh Koto hingga tembus ke Koto Baru, Dharmasraya (Sumbar).
Baca juga: Daftar Titik Macet Jalur Riau–Sumbar Jelang Mudik Lebaran 2026, Lembah Anai Jadi Perhatian Utama
Dalam perjalanan mudik bukan hanya sekedar adu cepat sampai ke tujuan, tetapi mengenai kualitas pertemuan yang menanti di ujung jalan. Dengan persiapa matang dengan mematau rute yang baik, kemacetan di wilayah Jambi bukanlah menjadi penghalang untuk merayakan kemenangan di kampung halaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis