JAMBI – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) terus memprioritaskan penurunan angka stunting sebagai salah satu fokus pembangunan di bidang kesehatan. Melalui Dinas Kesehatan, berbagai langkah strategis dilakukan terutama pada aspek perbaikan gizi anak yang terdampak stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Tanjab Barat, H. Zaharudin, mengatakan bahwa meski kasus stunting masih ditemukan setiap tahunnya, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Berbagai program pengawasan, perbaikan gizi, hingga edukasi kesehatan gencar dilaksanakan agar angka stunting dapat terus menurun.
Baca juga: Kebakaran di Desa Siulak Deras Mudik Hanguskan Empat Rumah Warga
“Di Tanjab Barat anak stunting memang masih ditemukan, tetapi bukan berarti pemerintah tidak bekerja. Kami terus melakukan upaya pengawasan dan perbaikan gizi. Alhamdulillah, setiap tahunnya kasus stunting mengalami penurunan,” ungkap Zaharudin. Sabtu, (06/09/2025).
Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat juga menerapkan sejumlah strategi nasional yang disesuaikan dengan kondisi daerah. Program tersebut meliputi kampanye perubahan perilaku, konvergensi program pusat dan daerah, ketahanan pangan dan gizi, serta pemantauan dan evaluasi yang terukur.
Baca juga: Turunnya Harga Bahan Pokok, Kota Jambi Alami Deflasi 0,05 Persen pada Agustus 2025
Strategi ini diterapkan langsung hingga tingkat keluarga, terutama di desa dan kecamatan, melalui intervensi pemenuhan gizi, perbaikan sanitasi, serta pemantauan tumbuh kembang anak di Posyandu. Peran kader Posyandu menjadi sangat penting untuk memastikan anak-anak mendapatkan layanan kesehatan dasar dan pemantauan berkala.
Zaharudin menambahkan, masyarakat yang memiliki bayi dan balita diimbau untuk rutin membawa anaknya ke Posyandu atau klinik anak. Hal ini penting untuk mengetahui perkembangan berat badan, tinggi badan, serta kondisi kesehatan anak sejak dini.
Baca juga: Pemkab Tanjab Barat Gencarkan Penyaluran Bansos bagi Warga Kurang Mampu
“Selain pemantauan tumbuh kembang anak, kami juga terus memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Mulai dari edukasi tentang gizi, kesehatan reproduksi, hingga pencegahan pernikahan dini yang bisa meningkatkan risiko stunting,” tambahnya.
Dengan upaya terpadu lintas sektor, Pemkab Tanjab Barat berharap angka stunting dapat terus ditekan secara signifikan. Pemerintah optimis langkah ini akan melahirkan generasi muda yang sehat, kuat, dan berkualitas demi masa depan daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan