Kamis, 04 SEPTEMBER 2025 • 14:14 WIB

Kasus DBD di Tanjab Barat Capai 85 Hingga Agustus, Dinkes: Cenderung Menurun Tapi Tetap Waspada

Author

Kasus DBD di Tanjab Barat Capai 85 Hingga Agustus, Dinkes: Cenderung Menurun Tapi Tetap Waspada (Dok. Istimewah)

JAMBIDinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencatat hingga bulan Agustus 2025, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai 85 kasus. Meski jumlah ini dinilai menurun dibanding tahun sebelumnya, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan membudayakan hidup bersih, terutama di lingkungan rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjab Barat, H. Zaharuddin, menyampaikan bahwa wilayah Tanjab Barat merupakan salah satu daerah yang hampir setiap tahun melaporkan adanya kasus DBD. Namun, tren kasus tahun ini menunjukkan penurunan, yang menunjukkan bahwa upaya pencegahan mulai membuahkan hasil.

Baca juga: Mobil Pick Up Terjun ke Sungai di Tanjab Barat, Sopir Alami Kejang dan Dievakuasi Warga

“Sampai Agustus ini, tercatat 85 kasus DBD. Angka ini menurun dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama. Tapi bukan berarti kita bisa lengah. Budaya hidup bersih masih sangat penting,” ujar Zaharuddin saat. Kamis, (04/09/2025).

Zaharuddin menjelaskan, pihaknya bersama seluruh puskesmas di Tanjab Barat terus melakukan langkah pencegahan seperti sosialisasi 4M (menguras, menutup, mendaur ulang, dan memantau) serta membagikan bubuk abate secara gratis kepada masyarakat. Abate tersebut berguna untuk membunuh jentik nyamuk di tempat-tempat penampungan air.

“Setiap puskesmas kami sudah stand by stok bubuk abate. Masyarakat bisa datang langsung untuk meminta, dan akan diberikan secara gratis. Ini langkah kecil tapi efektif dalam memutus siklus nyamuk penyebab DBD,” tambahnya.

Baca juga: Polres Tanjab Barat Gelar Patroli Skala Besar Untuk Amankan Objek Vital Dan Titik Rawan

Selain distribusi abate, Dinas Kesehatan juga terus mengimbau masyarakat agar tidak membiarkan air tergenang, membersihkan lingkungan secara rutin, dan aktif melaporkan jika ada gejala DBD di lingkungan sekitar. Pasalnya, pencegahan paling efektif dimulai dari kesadaran warga.

Pada bulan Agustus tahun ini, tercatat 132 kasus secara kumulatif dari awal tahun, namun tidak ditemukan adanya pasien yang meninggal dunia akibat DBD. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan medis di puskesmas dan rumah sakit sudah cukup efektif.

Baca juga: Jamal Musiala Ingin Comeback Tahun Ini Usai Cedera Patah Kaki di Piala Dunia Antarklub 2025

“Hingga saat ini belum ada pasien DBD yang meninggal dunia. Rata-rata pasien bisa ditangani dengan baik hingga dinyatakan sembuh. Tapi tentu ini tak bisa menjadi alasan untuk menurunkan kewaspadaan,” ujar Zaharuddin.

Menutup keterangannya, Zaharuddin kembali mengajak masyarakat untuk membudayakan pola hidup bersih dan sehat. Apalagi, saat ini curah hujan masih cukup tinggi di wilayah Tanjab Barat, yang bisa memperbesar potensi munculnya sarang nyamuk.

“Kami minta masyarakat tetap waspada. Musim hujan belum berakhir, air tergenang masih banyak. Mari jaga lingkungan masing-masing, lakukan 4M, dan segera periksa ke puskesmas jika mengalami gejala demam tinggi mendadak,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author

Rudiansyah

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU