JAMBI - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare di Kabupaten Muaro Jambi mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Kondisi ini diduga kuat dipengaruhi oleh cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah tersebut, serta adanya titik api yang menyebabkan kualitas udara memburuk.
Baca juga: Satgas Pangan Jambi Temukan 8 Merk Beras Premium Tak Sesuai Standar Mutu, Harga Diminta Diturunkan
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, kasus ISPA tercatat meningkat sejak bulan April hingga Juni.
Pada bulan April, terdapat 1.697 kasus ISPA, meningkat menjadi 1.947 kasus pada Mei, dan melonjak hingga 2.326 kasus pada Juni. Data untuk bulan Juli masih dalam proses rekapitulasi oleh pihak Dinkes.
"Cuaca panas ekstrem dan kurangnya konsumsi air putih tentu dapat memperburuk kondisi warga yang terinfeksi bakteri. Namun, kami pastikan ribuan pasien yang terdampak mendapatkan penanganan medis yang baik, baik di tingkat Puskesmas maupun rumah sakit." Ungkap Kadis Kesehatan Muaro Jambi, Afif Udin, Kamis (7/8/2025).
Baca juga: Antisipasi Rabies, Pemkab Batang Hari Siapkan 600 Dosis Vaksin Gratis untuk Hewan Peliharaan
Tidak hanya ISPA, kasus diare juga mengalami peningkatan. Pada bulan Mei tercatat 150 kasus, yang kemudian naik menjadi 201 kasus pada Juni. Hal ini juga terkait erat dengan kondisi musim kemarau yang berkepanjangan dan aktivitas masyarakat yang terkena dampak kebakaran hutan di beberapa wilayah Kabupaten Muaro Jambi.
"Musim kemarau yang panjang dan titik api yang terjadi menyebabkan udara menjadi vertikel berbahaya yang dapat merusak saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan lainnya." Tambah Afif.
Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi terus melakukan pemantauan dan penanganan agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal selama musim kemarau ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan