Kamis, 24 JULI 2025 • 12:59 WIB

Polres Tanjab Barat Selidiki Kebakaran 20 Hektare Lahan Semi Gambut di Betara

Author

Polres Tanjab Barat Selidiki Kebakaran 20 Hektare Lahan Semi Gambut di Betara (Dok. Istimewa)

JAMBI - Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Jabung Barat tengah menyelidiki penyebab kebakaran lahan yang menghanguskan sekitar 20 hektare area semi gambut di Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara. Lahan yang terbakar tersebut diketahui merupakan lahan milik pemerintah yang selama ini dikelola oleh tiga kelompok tani setempat.

Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Agung Basuki, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi terkait tiga kelompok tani yang sebelumnya pernah memanfaatkan lahan tersebut untuk bercocok tanam, terutama tanaman padi. Namun, saat kejadian kebakaran, lahan diketahui dalam kondisi kosong dan ditumbuhi semak belukar.

“Kami sudah mengantongi informasi bahwa lahan ini pernah digunakan oleh tiga kelompok tani di desa tersebut. Namun saat terbakar, lahan tidak sedang ditanami dan dalam kondisi kosong. Untuk itu, kami akan memanggil beberapa orang yang diduga mengetahui aktivitas di lahan itu untuk dimintai keterangan,” jelas AKBP Agung Basuki saat dikonfirmasi, Kamis, (24/07/2025).

Baca juga: Karhutla Meluas, 5 Hektare Lahan Semi Gambut kembali Terbakar di Tanjab Barat

Kebakaran hebat tersebut terjadi pada awal pekan ini dan membutuhkan waktu dua hari bagi Tim Satgas Karhutla Tanjab Barat untuk melakukan proses pemadaman secara menyeluruh. Karakteristik lahan yang semi gambut membuat api cepat menjalar dan sulit dipadamkan.

Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa lahan yang terbakar merupakan aset milik pemerintah daerah. Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir lahan ini dimanfaatkan oleh kelompok tani untuk kegiatan pertanian. Tidak ada aktivitas pembukaan lahan saat kejadian, namun aparat kepolisian tetap membuka kemungkinan bahwa faktor kelalaian manusia bisa menjadi penyebab munculnya titik api.

“Kami belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kebakaran ini. Tapi tentu semua kemungkinan kami telusuri, termasuk dugaan pembakaran lahan untuk persiapan tanam,” tambah Kapolres.

Baca juga: Dua Hari Berturut Karhutla Terjadi di Tanjab Barat, Penyebab Belum Diketahui

Kebakaran lahan di Desa Pematang Lumut bukanlah satu-satunya yang terjadi di wilayah Tanjung Jabung Barat dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data dari Tim Satgas Karhutla, sebelumnya juga terjadi kebakaran di Kecamatan Renah Mendaluh dengan luasan sekitar 0,5 hektare.

Sementara itu, pada Minggu (20/7/2025), kebakaran juga dilaporkan terjadi di Desa Muntialo, Kecamatan Betara, dengan luasan sekitar 1 hektare. Dengan demikian, total luasan lahan yang terbakar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat selama Juli 2025 ini telah mencapai 21,5 hektare.

Pihak kepolisian dan Satgas Karhutla mengimbau seluruh masyarakat, terutama kelompok tani dan pengelola lahan, untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca yang panas dan angin kencang memperbesar risiko kebakaran meluas.

Baca juga: Lahan Gambut 50 Hektare Terbakar di Sungai Gelam, Api Belum Padam Selama Dua Hari

AKBP Agung menegaskan bahwa Polres Tanjab Barat akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang terbukti dengan sengaja membakar lahan. Kepolisian juga berkoordinasi dengan perangkat desa dan BPBD untuk meningkatkan pengawasan terhadap lahan-lahan yang berisiko tinggi terbakar.

“Kami tidak segan mengambil langkah hukum jika nanti terbukti ada unsur kesengajaan. Penegakan hukum menjadi bagian penting dari upaya pencegahan Karhutla di wilayah ini,” tegas Kapolres.

Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran dan apakah ada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author

Rudiansyah

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU