Jumat, 18 JULI 2025 • 21:57 WIB

Ketua Bawaslu Provinsi Jambi Sebut Ini Bukan Tabrak Lari, Tapi Mau Menyelamatkan Diri

Author

Wein Arifin, Ketua Bawaslu Provinsi Jambi saat diwawancarai, Jumat (18/7/2025). (Dok. Rudiansyah)

JAMBI - Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Wein Arifin, angkat bicara terkait peristiwa dugaan tabrak lari yang melibatkan sebuah mobil yang digunakan oleh staf Bawaslu brinisial SS. Wein menegaskan bahwa kendaraan tersebut merupakan mobil operasional kantor Bawaslu Provinsi Jambi.

Menurut penjelasan Wein, insiden bermula saat seorang staf keuangan yang merupakan PNS di lingkungan Bawaslu Jambi menggunakan mobil tersebut untuk mengambil uang dari bank guna keperluan kantor. Setelah itu, staf tersebut menjemput istrinya di STIKBA Baiturrahim.

"Saat sedang menunggu, staf kami didatangi oleh tiga orang tidak dikenal yang mengendarai satu sepeda motor. Mereka mengetuk kaca mobil dan meminta uang," ungkap Wein Arifin kepada media, Jumat (18/7/2025).

Baca juga: Viral! Mobil Dinas Bawaslu Provinsi Jambi Diduga Terlibat Tabrak Lari, Pengemudi dan Mobil Diamankan Polisi

Wein menjelaskan lebih lanjut bahwa staf keuangan tersebut sempat memberikan sejumlah uang. Namun, ketiga orang itu terus memaksa meminta lebih, bahkan menginginkan seluruh uang yang baru saja diambil dari bank. 

Karena merasa terintimidasi, staf tersebut kembali memberikan uang, tetapi tekanan terus berlanjut.

"Mereka terus mengetuk kaca dan bahkan merusak mobil dengan mematahkan kaca spion sebelah kanan. Karena merasa terancam, staf kami berusaha menyelamatkan diri," kata Wein.

Baca juga: Uji Coba Bus Trans Bahagia Pemkot Jambi Berhasil Menarik Animo Masyarakat, Trayek Bakal Ditambah hingga ke Candi Muaro Jambi

Dalam upaya melarikan diri, kata Wein, sepeda motor milik tiga orang tersebut berada di depan mobil. Akibatnya, kendaraan itu tertabrak saat staf Bawaslu mencoba kabur. Peristiwa tersebut kemudian dianggap sebagai tabrak lari oleh sebagian pihak.

"Motor diletakkan di depan mobil, jadi saat mobil hendak kabur, motor tersebut tertabrak. Itulah yang kemudian diasumsikan sebagai tabrak lari," jelasnya.

Setelah kejadian, sempat terjadi pengejaran oleh pihak yang sebelumnya meminta uang. Namun, Wein memastikan bahwa permasalahan terkait kerusakan kendaraan, terutama mobil showroom yang ikut ditabrak dalam proses pelarian, telah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Sudah dilakukan mediasi dan ganti rugi terhadap kerusakan mobil tersebut. Sekarang tidak ada masalah lagi," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author

Rudiansyah

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU