Minggu, 26 JULI 2026 • 22:38 WIB

Penuh Nilai Budaya, Begini Kemeriahan Tradisi HUT RI Khas Masyarakat Sungai Penuh Kerinci

Author

Gambar Gunung Kerinci (bams.jambiprov.go.id)

JAMBI - Suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di bumi Sakti Alam Kerinci selalu menghadirkan pesona tersendiri. Di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, peringatan 17 Agustus tidak hanya sekedar dirayakan dengan tiupan terompet dan perlombaan rakyat biasa, melainkan dibalut dengan pementasan seni, tradisi adat, serta ritual kebudayaan yang kental.

Baca juga: Gabriel dan Faith Wakili Sulut di Paskibraka HUT RI 2026

Dikelilingi dengan perbukitan segar dan keindahan alam Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), kemeriahan pesta kemerdekaan di kawasan ini menjadi bukti betapa nilai-nilai nasionalisme bisa menyatu dengan cara harmonis dengan kearifan lokal masyarakat adat.

Pawai Budaya: Panggung Megah Busana Adat dan Kesenian Tradisional

Salah satu puncak kemeriahan HUT RI yang paling dinanti oleh masyarakat Sungai Penuh dan Kerinci merupakan gelaran Pawai Budaya dan Karnaval Kemerdekaan.

Ribuan peserta mulai dari pelajar, lembaga adat, hingga sampai organisasi masyarakat ikut turun ke jalan untuk mengenakan pakaian adat khas Kerinci yang anggun.

  • Pengunjung disuguhkan dengan pemandangan indah Baju Kurung Tekat bercorak emas yang dikenakan para wanita, lengkap dengan perhiasan khas dan penutup kepala Kuluk. Para pria pun tampil gagah dengan busana adat dan parang di pinggang.
  • Di sepanjang rute pawai, berbagai atraksi seni yang ditampilkan secara langsung. Mulai dari tabuhan Seni Kenduri, pertunjukan Tari Rangguk yang energik, hingga tarian sakral Tari Candi Muara Jangkat atau tari-tarian persembahan daerah.

Kesenian Mandi Mayang dan Kenduri Sko

Di beberapa wilayah adat (Luhak/Kalbu) di Kota Sungai Penuh dan Kerinci, terdapat momen kemerdekaan yang sering dimanfaatkan bersamaan dengan penyelenggaraan ritual adat seperti Kenduri Sko atau silaturahmi besar antar-kerabat.

  • Dalam momen-momen kebudayaan ini, tetua adat sering kali menggelar prosesi pencucian benda-benda pusaka dari peninggalan leluhur sebagai simbol pembersihan diri dan rasa syukur atas kedamaian serta kemerdekaan yang telah dirasakan saat ini.
  • Tradisi ditutup dengan doa bersama di rumah adat atau masjid, dilanjutkan dengan makan bersama (makan bajamba/beradat) dengan menggunakan talam. Nilai gotong royong dan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sangat terasa dalam prosesi ini.

Lomba Tradisional Khas Anak Negeri

Selain pawai dan atraksi seni, perayaan di tingkat desa (dusun) juga diwarnai oleh berbagai perlombaan tradisional unik yang menguji kekompakan dan ketangkasan warga:

  • Lomba Bakiak & Egrang Tradisional menjadikan perlombaan ini mempererat rasa kebersamaan anak-anak hingga orang dewasa di lapangan desa.
  • Lomba Panjat Pinang Adat sudah menjadi tradisi dan menggunakan pohon bambu atau pinang yang dihiasi hadiah berupa perlengkapan bertani, pakaian, hingga makanan khas daerah.
  • Pertandingan Sepak Bola Antar-Kampung (Tarkam) telah menjadi ajang hiburan pemersatu warga lintas generasi dari berbagai desa tetangga.

Menjaga Identitas Adat di Tengah Semarak Kemerdekaan

Perayaan HUT RI di Kota Sungai Penuh dan Kerinci ini telah membuktikan bahwa semangat cinta tanah air dan pelestarian budaya lokal berjalan saling melengkapi. Momen 17-an menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda supaya tidak lupa akan identitas dan akar tradisi leluhurnya.

Baca juga: Bangga! Designer Asal Padang Berhasil Menjadi Pemenang Logo HUT RI ke 81

Melalui dentuman gong, alunan seruling bambu, serta kibaran bendera merah putih di lembah Gunung Kerinci, masyarakat Sungai Penuh terus merawat api kemerdekaan dengan penuh kebanggaan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU