Minggu, 26 JULI 2026 • 22:30 WIB

Meriahkan HUT RI, Intip Serunya Tradisi Lomba Perahu Tradisional Khas Masyarakat Kota Jambi

Author

Gambar Jembatan Gentala Arasy menjadi salah satu monumen ikonik di Kota Jambi (Ervin Wijaya)

JAMBI - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia selalu dengan membawa gelora semangat tersendiri di seluruh pelosok negeri. Di Kota Jambi, kemeriahan 17 Agustus juga memiliki warna yang khas dan selalu dinantikan oleh ribuan warga, yakni gelaran Lomba Perahu Tradisional dan Perahu Hias di sepanjang aliran Sungai Batanghari.

Baca juga: Menyambut HUT RI, Ini Lokasi Taman Makam Pahlawan di Kendari

Tradisi tahunan yang berpusat di kawasan ikonik Tanggo Rajo dan jembatan Gentala Arasy ini bukan hanya sekadar ajang adu kecepatan, melainkan sebagai perayaan budaya yang sarat nilai sejarah dan kebersamaan.

Panggung Megah di Atas Sungai Batanghari

Sungai Batanghari, yang adalah sungai terpanjang di Pulau Sumatra, sejak dahulu menjadi saksi bisu denyut kehidupan dan peradaban masyarakat Jambi. Maka tidak heran, ketika momen pesta kemerdekaan tiba, sungai ini disulap menjadi panggung megah pesta rakyat.

Lomba perahu ini umumnya terbagi menjadi dua kategori utama yang memiliki daya tarik tersendiri:

  • Lomba Perahu Type A & B (Perahu Tipe Khusus/Kano) yang biasanya mengandalkan kekuatan fisik, ketahanan, dan ritme kayuhan puluhan pendayung dalam satu perahu panjang. Suara tabuhan gendang pendayung dan teriakan pemandu di bagian depan perahu yang menambah riuh suasana persaingan di atas air.
  • Lomba Perahu Hias dengan menampilkan perahu-perahu yang dihias secara kreatif dengan ornamentasi merah putih, replika Rumah Panggung Jambi, ornamen flora-fauna khas lokal, hingga simbol-symbol perjuangan bangsa.

Lebih dari Sekadar Lomba: Filosofi dan Makna Kebersamaan

Sesuai dengan semangat kemerdekaan, tradisi lomba perahu ini juga menyimpan makna mendalam bagi masyarakat Kota Jambi:

  • Mengayuh perahu naga atau perahu tradisional tentu sangat membutuhkan sinkronisasi dan kekompakan tim secara mutlak. Satu kayuhan yang tidak seirama bisa memperlambat laju perahu yang menjadi sebuah cerminan nyata bahwa kemerdekaan dan kemajuan bangsa hanya bisa dicapai lewat persatuan.
  • Tradisi ini menjadi pengingat bagi generasi muda akan pentingnya menjaga kelestarian Sungai Batanghari yang telah memberi kehidupan bagi masyarakat Jambi secara turun-temurun.
  • Dari anak-anak hingga lansia memadati bantaran sungai untuk memberikan dukungan kepada tim favorit mereka, yang menciptakan suasana hangat penuh rasa kekeluargaan.

Daya Tarik Wisata dan Semarak Ekonomi Lokal

Kemeriahan Lomba Perahu Tradisional ini juga menjadi magnet pariwisata yang kuat. Ribuan pasang mata, baik warga lokal atau wisatawan luar daerah, memadati area Tanggo Rajo sejak pagi hari.

Momen tahunan ini juga memberikan dampak positif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang kuliner lokal. Berbagai jajanan khas Jambi seperti pempek, kue padamaran, hingga es segar laris manis diserbu pengunjung yang menikmati perlombaan.

Baca juga: Jelang HUT RI, Yuk Kenali Sejarah dan Lokasi Taman Makam Pahlawan Banda Aceh

Menjaga Tradisi, Merawat Kemerdekaan

Peringatan HUT RI di Kota Jambi lewat tradisi Lomba Perahu Tradisional telah membedakan perayaan lokal ini dari daerah lainnya. Melalui riak gelombang Sungai Batanghari dan semangat para pendayung, masyarakat Jambi tidak hanya sekedar merayakan hari lahir bangsa, tetapi juga terus merawat identitas budaya luhur milik tanah Sepucuk Jambi Lurah Sembilan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU