Sabtu, 04 APRIL 2026 • 22:46 WIB

Menyusuri Jejak Peradaban: 5 Situs Sejarah di Jambi yang Wajib Dikunjungi

Author

Ilustrasi situs sejarah (pinterest)

JAMBI - Jambi bukan hanya sekadar gerbang menuju keindahan alam Sumatra, melainkan sebuah saksi bisu dari perjalanan panjang peradaban Melayu kuno. Dari pusat pendidikan Buddha terbesar di Asia Tenggara hingga sampai  jejak perjuangan melawan kolonialisme, Jambi juga menyimpan harta karun sejarah yang menanti untuk dijelajahi.

Baca juga: Mengulas Situs Sejarah Benteng Marapalam: Saksi Pengkhianatan di Balik Janji Perdamaian

Bagi Anda pencinta wisata sejarah, berikut adalah 5 situs ikonik di Bumi Melayu yang wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda.

1. Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi

Pemandangan Candi Muaro Jambi (Editor 1001indonesia)

Berada di tepi Sungai Batanghari, kompleks candi ini merupakan permata sejarah Jambi. Dengan luas hampir 4.000 hektar, situs ini adalah kompleks percandian berbatuan bata terluas di Asia Tenggara.

  • Candi ini juga pernah menjadi pusat pembelajaran agama Buddha internasional pada abad ke-7 hingga ke-12. Anda bisa menyewa sepeda untuk menjelajahi Candi 
  • Gumpung, Candi Tinggi, hingga Candi Kedaton yang megah.
  • Tedapat udara sejuk dengan pepohonan rindang membuat perjalanan sejarah di sini terasa sangat menenangkan

2. Museum Gentala Arasy

Pemandangan Museum Menara Gentala Arasy (wartana.com)

Melintasi Jembatan Gentala Arasy yang ikonik, Anda akan sampai di menara jam yang berfungsi sebagai museum sejarah yang perkembangan Islam di Jambi.

  • Museum ini juga menyimpan ratusan koleksi benda bersejarah, mulai dari naskah kuno, jubah ulama, hingga koin-koin kuno.
  • Selain edukasi, lokasi ini juga menawarkan pemandangan matahari terbenam terbaik di atas Sungai Batanghari.

3.Rumah Batu Olak Kemang

Pemandangan Rumah Batu Olak Kemang (portalbpsdm.jambiprov.go.id)

Terletak di kawasan Seberang Kota Jambi, bangunan ini adalah peninggalan Pangeran Wirokusumo. Situs ini merupakan simbol perpaduan budaya yang harmonis di masa lalu.

  • Anda juga bisa melihat keunikan arsitektur yang menggabungkan gaya Eropa (pilar besar), Tionghoa (relief dan ornamen), dan Melayu (struktur rumah panggung).
  • Dengan catatan meski sudah tampak sangat tua, detail bangunan ini masih menyisakan sisa-sisa kejayaan bangsawan Jambi pada abad ke-19.

4. Menara Air (Water Tower) Pasar Jambi

Gambaran Menara Air (Water Tower) Pasar Jambi (disparbud.jambikota.go.id)

Berdiri tegak di tengah hiruk-pikuk pusat kota, Menara Air setinggi 90 meter ini bukan sekadar bangunan fungsional peninggalan Belanda (tahun 1928).

  • Lokasi ini merupakan saksi patriotisme warga Jambi. Di sinilah bendera Merah Putih pertama kali dikibarkan di Jambi setelah berita proklamasi kemerdekaan Indonesia sampai ke daerah ini.
  • Bangunan ini juga masih berdiri kokoh dan menjadi tengara (landmark) sejarah yang mengingatkan warga pada momen awal kemerdekaan.

5. Makam Sultan Thaha Syaifuddin

Gambaran tempat Makam Sultan Thaha Syaifuddin (jambarpost.com)

Tidak lengkap rasanya membahas Jambi tanpa mengenal pahlawan nasionalnya, Sultan Thaha Syaifuddin. Meskipun makam aslinya sudah berada di Kabupaten Tebo, keberadaannya sangat dihormati sebagai simbol perlawanan terhadap Belanda.

  • Mengunjungi makam ini adalah bentuk penghormatan sekaligus kesempatan untuk mempelajari kisah perjuangan Sultan terakhir Jambi yang tidak pernah mau tunduk pada penjajah hingga titik darah penghabisan.

Tips Berkunjung

  • Gunakan pakaian nyaman adanya cuaca di Jambi cenderung panas, terutama saat menjelajahi area terbuka seperti Muaro Jambi.
  • Sewa pemandu lokal untuk mendapatkan cerita sejarah yang lebih mendalam, jangan ragu  untuk meminta bantuan pemandu di lokasi candi atau museum.
  • Kunjungi museum Siginjei sebagai pelengkap, kunjungi museum ini untuk melihat koleksi Keris Siginjei dan artefak asli lainnya.

Baca juga: Menelusuri Lapisan Sejarah di Museum Situs Pasir Angin Bogor

Menyusuri situs-situs sejarah di Jambi juga memberikan kita perspektif baru bahwa peradaban besar pernah tumbuh subur di sepanjang aliran Sungai Batanghari. Setiap batu dan ukiran didalamnya juga  menyimpan cerita mengenai kemajuan ilmu pengetahuan, keberanian, dan toleransi budaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU