Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 23:25 WIB

Jejak Sejarah Batang Hari: Dari Masa Kerajaan Hingga Era Modern

Author

Pemandangan Kabupaten BatangHari Jambi (DISKOMINFO)

JAMBI - Wilayah Batang Hari, jauh sebelum menjadi kabupaten. Wilayah tersebut, sebelumnya masuk kedalam bagian inti Kesultanan Melayu Jambi. Wilayah tersebut diambil dari nama Sungai Batanghari, yang saat itu menjadi tempat pedagangan emas dan lada.

Baca juga: Jejak Sejarah Kemerdekaan RI Hadir di Monumen Pers Nasional Solo

Pada masa kolonial, wilayah Batanghari ini, berada dibahwa keresidenan Jambi dan terbagi dari Afdeeling. Dimana wilayah Muara Tembesi pernah menjadi pusat pemerintahan yang penting, sebelum kemerdekaan Indonesia.

Setelah kemerdekaan Indonesia, wilayah Batang Hari dijadikan sebagai kabupaten yang telah diresmikan pada 1 Desember 1948. Dengan melalui Peraturan Komisaris Pemerintahan Pusat di Bukti Tinggi No. 81/Kom/U. Batang Hari sendiri termasuk dalam kabupaten tertua yang ada di Provinsi Jambi. bahkan melebihi usia tua Provinsi Jambi itu sendiri.

Kabupaten Batang Hari pernah mengalami dua kali pemekaran besar pada wilayahnya. Pada tahun 1965, wilayah Batang Hari dimekar menjadi dua wilayah yaitu Kabupaten Tajung Jabung dan Kabupaten Batang Hari, yang saat itu ibukotanya masih berada Kenali Asam. Serta, pada tahun 1999, ditetapkannya UU No. 54 Tahun 1999. Wilayah Batang Hari kembali dimekarkan menjadi dua yaitu Kabupaten Muaro Jambi (Ibu Kota Sengeti) dan Kabupaten Batang Hari (Ibu Kota Muara Bulian).

Pada tahun 1979, menjadi sebuah tonggak sejarah bagi Kabupaten Batang. Dimana ibukota dipindahkan dari Asam ke Muara Bulian. Hal ini, menandakan adanya babak baru dalam pembangunan pusat kota yang dikenal sampai sekarang.

Baca juga: Situs Sejarah di Kota Sawahlunto Ini Menjadi Saksi Bisu Jejak Kolonial Belanda di Sumbar: Cocok Sebagai Tujuan Study Toyr dan Wisata Edukasi

Sampai saat ini Kabupaten Batang Hari masih besemboyang "Serentak Bak Regam", yang mempunyai artian telah berkembang menjadi pusat pendidikan dan agrobisnis yang ada di Jambi. Hal ini, memperlihatkan adanya transformasi dari penataan kota modern, tetapi tetap menjaga nilai-nilai adat Melayu sebagai identitas utamanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemerintah Kabupaten Batang Hari

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU