Jembatan Gentala Arasy, yang menjadi salah satu ikon Kota Jambi (Gita Savana)
JAMBI - Provinsi Jambi mempunyai narasi sejarah yang panjang, yang sering dikaitkan dengan kekuasaan kerajaan yang ada di masa lalu. Dalam nama Jambi sendiri asal-susulnya diambil dari nama "Jambe" yang artinya dalam bahasa Jawa berarti Pinang.
Nama tersebut, merunjuk kepada Putri Pinang Masak. Karena pada saat itu, banyak pohon pinang yang tumbuh di sekitar aliran sungai Batanghari. Menjadikan tempat tersebut sebagai ciri khas yang ada diwilayah tersebut.
Baca juga: Asal-usul Nama Riau: Sejarah, Makna, dan Fakta Menarik di Baliknya
Dengan seiring waktu berjalan, nama Jambe ini berubah dengan dialek lokal yang menjadi "Jambi". Nama tersebut, diresmikan sebagai bentuk penyambutan wilayah kesultanan dan pada akhirnya menjadi wilayah provinsi.
Dalam administratif, pada awalnya Jambi merupakan wilayah yang masuk dalam bagian Provinsi Sumatera Tengah. Kemudain, adanya perjuangan rakyat Jambi, dimana pada tanggal 6 Januari 1957. Badan Kongres Rakyat Jambi (BKRD) telah menyatakan bahwa Jambi pada akhirnya berdiri sendiri menjadi provinsi. Hal ini, telah diperkuat adanya UU Darurat No 19 Tahun 1957.
Baca juga: Asal-usul Nama Desa Gamtala: Sejarah, Legenda, dan Makna Filosofisnya
Nama Jambi sendiri bukan hanya sekedar nama wilayah dan identitas geografis. Melainkan menggambarkan kejayaan Kerajaan Melayu Jambi, yang dulunya pernah menjadi pusat pedagangan dan kebudayaan yang ada di Sumatera saat itu. Sampai sekarang memiliki semboyang yang terkenal yaitu "Sepucuk Jambi Sembilan Lurah".
Sehingga, nama Jambi yang dikenal sampai sekarang ini menggambarkan adanya perpaduan antara kekayaan alam yaitu pinang dan identitas budaya Melayu kuat, yang sampai saat ini masih dijaga sebagai warisan budaya dan sejarah bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber