Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 27 MEI 2026 • 22:32 WIB

Layar Hitam di Sipin: Menelusuri Lorong Mencekam Eks Bioskop Taruna, Bangunan Terbengkalai di Jambi

Layar Hitam di Sipin: Menelusuri Lorong Mencekam Eks Bioskop Taruna, Bangunan Terbengkalai di JambiIlustrasi bisokop terbengkalai (pinterest)

JAMBI - Bagi sebagian besar masyarakat Kota Jambi, kawasan Sipin hari ini dikenal sebagai salah satu pusat urat nadi modernisasi. Di sepanjang jalannya, lampu-lampu neon dari kafe kekinian, deretan ruko, dan kendaraan yang hilir mudik menciptakan ritme urban yang padat dan hidup. Namun, tepat di balik tirai keramaian tersebut, ada sebuah anomali yang berdiri kokoh dalam keheningan total yaitu di Eks Bioskop Taruna.

Gedung yang dulunya telah menjadi saksi bisu tawa, air mata, dan gemuruh tepuk tangan para pencinta sinema abad lalu, kini telah lama berubah menjadi monumen mati. "Layar hitam" di Sipin ini tidak lagi memutarkan film, melainkan juga menyimpan lorong-lorong sunyi yang mencekam, yang menjadikannya salah satu destinasi terbengkalai paling ikonik sekaligus mengundang rasa penasaran di Jambi.

Baca juga: Mengungkap Misteri Gedung Terbengkalai di Pekanbaru: Berani Uji Nyali?

Kilas Balik Era Kejayaan: Saat Taruna Menjadi Primadona

Untuk memahami mengapa tempat ini begitu memikat sekaligus mistis, kita harus memutar kembali ingatan kolektif warga Jambi ke era 1980-an hingga awal 1990-an. Pada masa keemasannya, Bioskop Taruna merupakan pusat hiburan nomor satu. Menonton film di sini meulai menampilkan film aksi laga, drama romantis, hingga horor klasik Indonesia yang merupakan sebuah prestise tersendiri bagi anak muda zaman itu.

Wangi berondong jagung (popcorn), antrean panjang di loket karcis, hingga sampai suara proyektor yang berputar konstan pernah menghidupkan bangunan ini. Namun, seiring waktu dengan masuknya era VCD bajakan, disusul menjamurnya bioskop jaringan modern di dalam mal, Taruna perlahan kehilangan penontonnya. Layar diturunkan untuk terakhir kalinya, lampu dipadamkan, dan pintu-pintu besi dikunci rapat, dan membiarkan gedung ini menua sendirian digerus waktu.

Menembus Batas Sunyi: Menelusuri Lorong-Lorong yang Mencekam

Memasuki area eks Bioskop Taruna hari ini akan langsung memicu adrenalin siapa saja yang berani melangkah ke dalam. Ketika kaki melewati pembatas jalan, atmosfer dari bising khas Sipin seolah tersedot hilang dan digantikan oleh keheningan pekat yang intimidatif.

Lanskap luar gedung kini telah didominasi oleh fenomena nature reclaiming built environment. Pohon-pohon liar tumbuh subur yang menembus lantai beton, dan akar-akar raksasa merambat kokoh mencengkeram dinding semen yang kusam dan retak. Dari luar, struktur bangunan ini tampak seperti reruntuhan kuno di tengah hutan, padahal letaknya berada di jantung kota.

Saat melangkah lebih dalam menuju eks area lobi dan teater utama, suasananya berubah menjadi semakin dramatis sekaligus mencekam:

  • Tempat di mana orang-orang dulunya mengantre sekarang dipenuhi dengan lantai berdebu menahun, sisa-sisa kayu lapuk, dan langit-langit yang runtuh.
  • Di dalam ruang teater yang sangat luas, tempat duduk penonton yang telah lama dibongkar, menyisakan ruang kosong raksasa dengan dinding-dinding yang lembap oleh rembesan air hujan.
  • Sisi sinematik tempat ini muncul saat berkas cahaya matahari yang menerobos masuk dari atap-atap seng yang bocor dan jebol. Cahaya tersebut masuk dan menyorot lurus ke tengah kegelapan, menciptakan partikel debu yang melayang lambat di udara dengan menghadirkan kesan magis seolah ada "penonton tak terlihat" yang sedang menunggu film dimulai.

Layar Hitam di Sipin: Menelusuri Lorong Mencekam Eks Bioskop Taruna, Bangunan Terbengkalai di JambiGambaran Eks Bioskop Taruna (jumardiputra.com)

Antara Estetika Urban dan Urban Legend

Sebagai destinasi terbengkalai, eks Bioskop Taruna ini juga memiliki daya tarik ganda. Bagi para pencinta fotografi Urban Exploration (Urbex), tempat ini merupakan surga visual grunge yang sangat mahal. Tekstur semen yang mengelupas, karat pada sisa rangka besi, dan kontras warna hijau daun dari tanaman liar memberikan karakter foto yang sangat kuat.

Namun di sisi lain, bagi pencinta dunia mistic, Taruna adalah pusatnya urban legend kota. Cerita-cerita lisan dari mulut ke mulut di kalangan warga sekitar mengenai suara langkah kaki di lorong kosong, aroma wangi melati yang mendadak menyeruak, hingga sampai penampakan siluet penonton di sudut teater yang gelap, terus hidup secara berdampingan dengan sejarah fisik bangunan ini.

Panduan Singkat Bagi yang Ingin Berkunjung

Eks Bioskop Taruna Sipin membuktikan bahwa sebuah kota selalu memiliki sisi lain yang tersembunyi di balik gemerlapnya. Tempat ini tidak lagi menjual cerita lewat film-film yang diputarnya, melainkan telah menjadi cerita itu sendiri.

Jika Anda tertarik untuk datang berkunjung, baik demi berburu foto sinematik maupun hanyasekadar memuaskan rasa penasaran, selalu ingat tiga aturan emas penjelajahan urban:

  • Pada struktur bangunan sudah sangat rapuh. Gunakan sepatu bersol tebal untuk menghindari paku berkarat atau pecahan kaca, dan hindari datang sendirian di malam hari jika Anda tidak siap dengan risiko keamanan.
  • Jangan merusak, mencoret dinding (vandalism), atau meninggalkan sampah sekecil apa pun di lokasi.
  • Di mana pun tempat terbengkalai berada, tetap menjaga sikap dan tutur kata yang baik merupakan bentuk penghormatan kita terhadap memori masa lalu yang tertinggal di sana.

Baca juga: Dari Hotel PI Bedugul hingga Taman Festival, Ini Deretan Gedung Terbengkalai di Bali

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Layar Hitam di Sipin: Menelusuri Lorong Mencekam Eks Bioskop Taruna, Bangunan Terbengkalai di Jambi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!