JAMBI - Provinsi Jambi memiliki kekayaan akan komoditas yang luar biasa, mulai dari sektor perkebunan hingga kerajinan tangan yang sarat nilai budaya. Namun, di era ekonomi yang berbasis teknologi saat ini, kualitas produk saja tidak lagi cukup. Digitalisasi telah menjadi jembatan krusial bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jambi untuk naik kelas, juga memperluas jangkauan pasar dari lokal ke mancanegara, serta memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Potensi UMKM Unggulan Jambi: Modal Sosial dan Alam
Jambi memiliki beberapa sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan, di antaranya:
Tantangan dalam Transformasi Digital
Meski potensinya besar, transisi menuju ekosistem digital di Jambi masih menghadapi beberapa tantangan nyata:
Strategi Akselerasi Ekonomi Digital di Jambi
Untuk membangkitkan ekonomi melalui digitalisasi, diperlukan langkah kolaboratif yang terarah:
1. Optimalisasi Pemasaran Melalui Storytelling
Produk Jambi juga memiliki narasi yang kuat. UMKM harus diajak untuk tidak hanya menjual barang, tetapi menjual "cerita". Misalnya, adanya proses pewarnaan alami Batik Jambi atau asal-usul Kopi Librika. Konten visual yang estetik di platform seperti Instagram dan TikTok menjadi kunci utama.
2. Pemanfaatan Marketplace dan E-Katalog
Mendorong pelaku usaha untuk masuk kedalam platform e-commerce nasional. Selain itu, adanya pemanfaatan E-Katalog lokal sangat penting agar UMKM dapat terlibat dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah, yang secara langsung akan memutar roda ekonomi lokal.
3. Penguatan Infrastruktur Pembayaran Digital
Memperluas penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) hingga ke pasar-pasar tradisional dan sentra kerajinan. Kemudahan dalam transaksi digital akan semakin meningkatkan minat belanja wisatawan dan konsumen luar daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber