Pemandangan Guunung Kerinci (Admin Wild Sumatera)
JAMBI - Provinsi Jambi memilki beberapa kabupaten salah satunya Kabupaten Kerinci. Nama Kerinci ini diambil dari bunga hingga pegunungan, yang berdasarkan sejarah dan etimologi yang telah diakui secara luas di Provinsi Jambi.
Nama 'Kerinci" berasal dari bahasa Tamil, yaitu Kurinji. Dala buday kuno ini kata Kurinji merupakan suatu bunga khas yang biasanya tumbuh di daerah pegunungan. Sehingga, secara harafiah mempunyai artian sebagai "kawasan pegunungan".
Dalam masyarakat lokal sendiri sering menyebut daerah mereka dengan pelafalan Kinci, Kince, atau Kincai. Karena nama tersebut, diselubingi akan adanya keindahan alam dan kesuburan yang dikelilingi perbukitan. Serta Kerinci sendiri, dijuluki "Sekepal tanah dari Surga".
Baca juga: Asal-usul Nama Riau: Sejarah, Makna, dan Fakta Menarik di Baliknya
Dalam sejarahnya, Kerinci termasuk peradaban tertua yang ada di Sumatera. Dilihat dari pada masa kerajaan di abad ke 14, wilayah Kerinci sudah menjalini hubungan dengan Kerajaan Dharmasraya dan kemudian masuk dibawah pengaruh Kesultanan Jambi, yang memilki hubungan dalam perdagangan dengan Kesultanan Inderapura.
Pada masa kolonial, pada tahun 1903 adanya Belanda pernah menguasai wilayah Kerinci secara penuh. Hal ini, menimbulkan adanya perlawan antara rakyat setempat dengan kolonial. Pada tahun 1906, wilayah Kerinci sempat menjadi bagian dalam Keresidenan Sumatera Barat.
Baca juga: Asal-Usul Nama Pulau Bidadari di Kepulauan Seribu: Benarkah untuk Menghapus Memori Kelam Masa Lalu?
Pada tahun 1922, wilayah Kerinci dikeluarkan oleh pemerintahan kolonial dari Jambi. Kemudian mengabungkannya kedalam Keresidenan Sumatera Barat.
Pada masa kemerdekaan Indonesia. Kerinci secara resmi ditetapkan sebagai kabupaten yang berdiri sendiri, yang tertulis dalam UU No 58 Tahun 1958. Kabupaten Kerinci sendiri kembali menjadi wilayah yang ada di Provinsi hingga saat ini.
Pada masa sekarang ini Kabupaten Kerinci sendiri dikenal sebagai pusat pariwisata yang terbaik di Provinsi Jambi dengan adanya Gunung Kerinci ikonik dan Danau Kerinci. Sehingga, pada tahun 2008 wilayah Kerinci mulai mengalami pemekaran dan berdiri sebagai Kota Sungai Penuh dengan daerah otonom baru, yang sebelumnya pernah menjadi ibu kota Kabupaten Kerinci.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber