Jelajah Waktu: 4 Bangunan Bersejarah Berarsitektur Kolonial di Jambi yang Wajib Dikunjungi
JAMBI - Menjelajahi Jambi tidak sekedar soal menikmati pesona keindahan danau atau mencicipi kuliner khasnya. Bagi Anda yang pencinta historical tourism, bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini dibaliknya menyimpan mesin waktu tersendiri. Di balik modernisasi yang terus berjalan, sudut-sudut kota yang masih terjaga dengan baik jejak kemegahan masa lalu lewat arsitektur kolonial.
Baca juga: Asal-Usul Nama 8 Kecamatan di Jakarta Barat: Dari Hutan Liar hingga Jejak Kolonial yang Mengejutkan
Berasal dari masa pemerintahan cagar budaya Hindia Belanda, bangunan-bangunan ini tidak hanya menawarkan estetika vintage yang menawan untuk diabadikan, tetapi juga menyimpan cerita berharga mengenai dinamika sejarah kelautan dan administrasi masa lampau.
Jika Anda ingin merasakan atmosfer lintas zaman, berikut adalah 4 bangunan bersejarah berarsitektur kolonial di Jambi yang wajib masuk ke dalam daftar kunjungan Anda!
1. Menara Air Pasar (Watertoren Jambi)
Berdiri menjulang di kawasan Pasar Jambi, bangunan ikonik ini merupakan salah satu penanda visual paling mencolok dari arsitektur kolonial Belanda di kota ini. Dibangun pada medio tahun 1928, menara air ini dahulunya yang berfungsi vital sebagai pusat penampungan dan penyaluran air bersih bagi warga kota serta instalasi militer pemerintah kolonial.
Desain arsitekturnya yang mengadopsi gaya Eropa modern awal abad ke-20 dengan struktur beton yang sangat masif dan kokoh. Fasadnya yang melingkar tinggi menjadikannya salah satu objek foto retro paling favorit. Kini, bangunan bersejarah ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya yang dilindungi.
2. Rumah Dinas Gubernur Jambi (Eks-Residentiehuis)
Terletak strategis tidak jauh dari aliran Sungai Batanghari, bangunan megah yang kini telah menjadi Rumah Dinas Gubernur Jambi dan menyimpan nilai historis yang tinggi. Pada masa kolonial, kompleks bangunan ini adalah Istana Residen (Residentiehuis) yang menjadi pusat kendali politik dan administratif pemerintah Hindia Belanda di wilayah Jambi.
Walaupun telah melewati beberapa kali tahap renovasi untuk penyesuaian fungsi modern, karakteristik arsitektur Indis (Indische Empire Style) tetap dipertahankan kuat. Ciri khas ini terlihat jelas dari langit-langit pada bangunan yang tinggi, pilar-pilar putih besar yang simetris di bagian fasad depan, serta jendela-jendela besar yang dirancang untuk sirkulasi udara optimal di daerah tropis.
3. Kompleks Pertokoan Tua di Kawasan Pasar Lama
Menyusuri jalanan di kawasan Pasar Lama Jambi akan membawa Anda kedalam atmosfer pecinan dan pusat kota urban era kolonial. Kawasan ini sejak abad ke-19 bertindak sebagai bandar perdagangan yang sangat sibuk, dengan menghubungkan hasil bumi dari pedalaman Jambi menuju dunia luar melalui jalur air.
Sepanjang koridor jalan, Anda juga dapat menyaksikan deretan ruko-ruko tua dengan arsitektur hibrida. Perpaduan antara gaya kolonial Barat (jendela jalusi kayu setinggi dada atau krepyak) dan struktur atap serta ornamen khas Tionghoa yang menciptakan lanskap kota lama yang sangat eksotis dan instagramable.
4. Bungker dan Sisa Benteng Pertahanan Militer Belanda
Bagi Anda yang menyukai eksplorasi sejarah yang lebih spesifik, di beberapa titik strategis Kota Jambi termasuk area dekat bantaran sungai dan sekitar pangkalan militer lama terdapat sisa-sisa benteng beton dan bungker pertahanan. Bangunan-bangunan bawah tanah maupun semi-bawah tanah ini dibangun menjelang pecahnya Perang Dunia II sebagai benteng perlindungan dari serangan udara dan artileri.
Menawarkan sisi lain estetika kolonial yang biasanya megah, bangunan militer ini justru lebih menonjolkan arsitektur yang fungsional, taktis, dan misterius. Dinding betonnya yang sangat tebal menjadi saksi bisu betapa krusialnya posisi geopolitik Jambi di mata kekuatan militer asing saat itu.
Baca juga: Ini 2 Bangunan Peninggalan Kolonial di Kendari yang Estetik dan Instagramable
Warisan arsitektur kolonial yang masih bertahan di Jambi telah membuktikan bahwa kota ini memiliki kekayaan sejarah yang tak ternilai harganya. Menjelajahi keempat lokasi di atas akan memberikan Anda perspektif baru tentang bagaimana Jambi bertumbuh dari sebuah bandar perdagangan masa lalu hingga sampai menjadi kota modern seperti sekarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber