JAMBI - Jambi bukan hanya sekadar gerbang menuju keindahan alam Gunung Kerinci. Di balik rimbunnya hutan dan aliran Sungai Batanghari, provinsi ini juga menyimpan rekam jejak peradaban yang luar biasa mulai dari pusat pendidikan agama Buddha tertua hingga saksi bisu akulturasi budaya di tanah Melayu.
Baca juga: Mengenal Festival Bandeng Rawa Belong: Sejarah, Makna, dan Pengaruh Terhadap Masyarakat Jakarta
Bagi Anda yang ingin merencanakann untuk perjalanan edukatif, berikut merupakan panduan destinasi wisata sejarah di Jambi, lengkap dengan informasi fasilitas dan pemandu.
1. Kompleks Percandian Muaro Jambi: Warisan Dunia di Tepi Sungai
Menjadi salah satu kompleks candi terluas di Asia Tenggara, situs ini adalah destinasi wajib. Candi ini dahulu berfungsi sebagai pusat tempat ilmu pengetahuan dan keagamaan pada masa Kerajaan Sriwijaya dan Melayu Kuno.
- Daya tarik utama pada Candi Gumpung, Candi Tinggi, dan kanal-kanal kuno yang mengelilingi situs.
- Fasilitasnya dengan menyediakan sewa sepeda (Rp10.000 - Rp20.000), sewa bentor untuk keliling area yang luas, kantin lokal (Pojok Kopi Dusun), dan area parkir yang memadai.
- Info tour guide yang tersedia pemandu lokal bersertifikat di gerbang utama. Sangat disarankan menyewa pemandu agar Anda mendapatkan narasi sejarah yang akurat mengenai fungsi setiap menapo (reruntuhan bata).
2. Museum Siginjei: Gerbang Informasi Sejarah Jambi
Jika ingin memahami Jambi secara menyeluruh dengan waktu singkat, Museum Siginjei adalah tempatnya. Museum ini juga menyimpan ribuan artefak dari masa prasejarah hingga kesultanan.
- Terdapat replika Keris Siginjei, arca-arca kuno, dan koleksi etnografi berupa pakaian adat dari berbagai kabupaten di Jambi.
- Fasilitasnya terdapat ruang pameran ber-AC, perpustakaan, toilet bersih, dan ruang edukasi bagi pelajar.
- Terdapat petugas kurator museum yang dapat memberikan penjelasan mendalam bagi pengunjung rombongan atau peneliti.
3. Menara Gentala Arasy & Museum Sejarah Islam
Ikon Kota Jambi ini tidak hanya sekedar menawarkan pemandangan Sungai Batanghari yang cantik, tetapi juga menyimpan sejarah masuknya Islam di Jambi melalui museum di dasar menaranya.
- Terdapat koleksi naskah kuno, mushaf Al-Qur'an raksasa, dan benda peninggalan para ulama Jambi.
- Fasilitasnya adanya jembatan pedestrian (Jembatan Gentala Arasy) untuk berjalan kaki, area kuliner di tepi sungai (Ancol Jambi), dan lift di dalam menara.
- Adanya staf museum bersiaga untuk menjelaskan kronologi penyebaran Islam melalui jalur perdagangan sungai.
4. Rumah Batu Olak Kemang: Saksi Bisu Akulturasi Budaya
Terletak di kawasan Seberang Kota Jambi, rumah ini juga merupakan peninggalan Pangeran Wirokusumo. Arsitekturnya yang unik karena memadukan gaya Eropa, Tiongkok, dan Melayu.
- Terdapat struktur bangunan yang kokoh dengan ukiran khas dan sejarah diplomasi perdagangan masa lalu.
- Akses menuju lokasi paling seru dicapai dengan perahu ketek dari Dermaga Pasar Angso Duo.
- Biasanya dijaga oleh ahli waris maupun juru pelihara setempat yang sangat ramah dalam menceritakan silsilah keluarga pangeran.
Baca juga: Menelusuri Jejak Kesultanan di Museum Sonyine Malige, Permata Sejarah di Tidore
Menjelajahi wisata sejarah di Jambi juga memberikan perspektif baru tentang betapa pentingnya wilayah ini dalam peta perdagangan dunia di masa lalu. Dengan fasilitas yang yang semakin memadai dan akses yang mudah, Jambi juga siap menjadi destinasi wisata sejarah favorit Anda selanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber