Selasa, 31 MARET 2026 • 20:08 WIB

Menyusuri Jejak sejarah Islam: 3 Masjid Ikonik yang Wajib Dikunjungi di Jambi

Author

Gambaran Masjid (pinterest)

JAMBI - Jambi bukan sekadar hanya wilayah dengan bentang alam yang memukau di sepanjang Sungai Batanghari. Kota yang dikenal dengan julukan "Tanah Pilih Pesako Betuah" ini menyimpan lembaran sejarah panjang tentang penyebaran Islam di Pulau Sumatera. Salah satu cara terbaik untuk merasakannya adalah dengan mengunjungi masjid-masjid bersejarahnya.

Baca juga: Mencari Ketenangan di Tengah Kota: 3 Rekomendasi Masjid untuk Itikaf di Jakarta Pusat

Bukan sekadar tempat ibadah, ketiga masjid berikut adalah narasi hidup tentang perjuangan, seni, dan keteguhan iman masyarakat Jambi di masa lalu.

1. Masjid Agung Al-Falah: Kemegahan di Balik "Seribu Tiang"

Jika Anda berkunjung ke pusat Kota Jambi, mustahil untuk melewatkan kemegahan Masjid Agung Al-Falah. Dikenal secara luas dengan sebutan Masjid Seribu Tiang, bangunan tersebut menjadi ikon wisata religi paling populer di Jambi.

  • Lokasi berdirinya masjid ini bukanlah hanya lahan sembarang. Dahulu, di sinilah pusat pemerintahan Kesultanan Jambi berada, yakni Istana Tanah Pilih milik Sultan Thaha Syaifuddin yang sempat dihancurkan oleh Belanda.
  • Keunikan dari arsitektur, meskipun dijuluki "Seribu Tiang", jumlah pilar penyangganya sebenarnya berjumlah 232 buah. Keunikan utamanya terletak pada konsep bangunan yang terbuka tanpa dinding, yang melambangkan keterbukaan dan keramahtamahan masyarakat Jambi dalam menyambut siapa pun yang datang.
  • Mengapa wajib dikunjungi karena berada di sini memberikan sensasi sejuk karena hembusan angin yang bebas masuk ke dalam area salat, menciptakan suasana tenang di tengah hiruk pikuk kota.

2. Masjid Jami' Al-Ikhsaniyah: Saksi Bisu dari Seberang Kota

Menyeberangi Sungai Batanghari menuju kawasan Olak Kemang, Anda akan menemukan Masjid Jami' Al-Ikhsaniyah, atau yang sering akrab disebut oleh masyarakat sebagai Masjid Batu.

  • Didirikan pada tahun 1880 oleh Pangeran Wiro Kusumo, masjid ini juga menyandang gelar sebagai masjid tertua di Kota Jambi. Penamaan "Masjid Batu" merujuk pada material bangunannya yang sudah menggunakan semen dan bata di masa ketika rumah warga sekitarnya masih berbahan kayu.
  • Pada arsitekturnya menyimpan keunikan berupa perpaduan corak lokal dengan ornamen yang dibawa dari luar daerah. Di dalamnya, Anda masih bisa melihat mimbar tua dan peninggalan bersejarah lainnya yang dijaga dengan sangat baik.
  • Kawasan ini merupakan jantung pendidikan Islam tradisional di Jambi. Berkunjung ke sini seolah membawa Anda kembali ke masa satu abad yang lalu.

3. Masjid Raya Magat Sari: Oase di Tengah Pusat Perdagangan

Terletak di kawasan pasar yang padat, Masjid Raya Magat Sari adalah bukti nyata bahwa syiar Islam tetap tumbuh subur di tengah dinamika ekonomi masyarakat.

  • Dibangun sekitar tahun 1906, masjid ini telah berdiri di atas tanah wakaf Syekh Hasan bin Ahmad Bafadhal. Pada masa penjajahan, masjid ini bukan hanya sekedar tempat ibadah, tetapi juga menjadi titik kumpul para ulama dan pejuang dalam mengatur strategi melawan kolonial.
  • Simbol persinggahan, sejak dulu, masjid ini sudah menjadi tempat favorit bagi para musafir dan pedagang yang singgah di Jambi, menjadikannya pusat interaksi sosial dan dakwah yang sangat aktif hingga hari ini.
  • Meski telah mengalami beberapa kali telah renovasi agar tetap fungsional, nilai historis sebagai "masjid rakyat" sangat kental terasa saat Anda berada di dalamnya.

Baca juga: Daftar Masjid Terbesar di Bali, Bukti Toleransi dan Kehidupan Muslim di Pulau Dewata

Menyusuri ketiga masjid ini memberikan perspektif baru bahwa warisan Islam di Jambi sangatlah kaya. Dari kemegahan arsitektur Al-Falah, nilai autentik Masjid Batu di Seberang, hingga semangat komunitas di Magat Sari, semuanya menawarkan pengalaman spiritual dan edukasi yang mendalam.

Bagi Anda yang ingin merencanakan perjalanan ke Jambi, pastikan ketiga tempat ini masuk sudah dalam daftar kunjungan Anda. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesopanan dan kesucian tempat ibadah saat berkunjung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber, Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU