JAMBI - Tanggal 6 Januari bukan sekadar hanya deretan angka di kalender bagi masyarakat Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Tahun 2026 ini, Provinsi Jambi telah resmi menapak usia ke-69 tahun. Sebuah perjalanan panjang yang membawa provinsi ini bertransformasi dari wilayah keresidenan menjadi salah satu kekuatan ekonomi penting yang ada di Sumatera, tanpa sedikit pun melepaskan identitas Melayu yang menjadi ruhnya.
Baca juga: Hari Jadi ke-25 Babel, Gubernur Hidayat Bagikan Ratusan Sembako di Pasar Kampung Asam
Sejarah Provinsi Jambi merupakan kisah tentang perjuangan jati diri. Secara administratif, Jambi sempat tergabung dalam Provinsi Sumatera Tengah. Namun, keinginan kuat dari tokoh masyarakat dan rakyat Jambi untuk mandiri memuncak pada Kongres Rakyat Jambi pada tahun 1950-an.
Perjuangan tersebut membuahkan hasil melalui UU Darurat No. 19 Tahun 1957, yang kemudian diperkuat dalam UU No. 61 Tahun 1958. Sejak saat itu, Jambi berdiri tegak sebagai provinsi mandiri. Semangat otonomi inilah yang setiap tahun dirayakan sebagai pengingat bahwa kemajuan Jambi merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh elemen masyarakatnya.
Mengapa adat begitu ditonjolkan pada usia ke-69 ini? Gubernur Jambi juga menyampaikan dengan keterangannya yang menyebutkan bahwa adat adalah "jangkar" di tengah badai globalisasi. Perayaan tahun ini juga menegaskan kembali falsafah Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendi Kitabullah.
Penggunaan atribut adat bukan sekadar kostum, melainkan simbol bahwa setiap kebijakan pembangunan yang diambil pemerintah harus selaras dengan nilai-nilai kesantunan, musyawarah, dan keadilan yang telah diajarkan nenek moyang Melayu Jambi.
Di usia ke-69, tantangan Jambi ke depan bukan lagi hanya sekadar membangun fisik, melainkan membangun ekosistem digital dan keberlanjutan lingkungan. Hari jadi tahun 2026 menjadi garis start menuju visi "Jambi MANTAP 2029", dengan fokus kepada pemerataan infrastruktur hingga ke pelosok desa di Kerinci hingga Tanjung Jabung.
Baca juga: Hari Jadi Banjarnegara 26 Februari 1571 dan Asal-Usul Namanya
Dirgahayu Provinsi Jambi ke-69. Semoga di usia yang semakin matang, Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah terus menjadi rumah yang teduh bagi keberagaman, maju dalam ekonomi, dan tetap kokoh dalam balutan adat Melayu yang abadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber