Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 22:50 WIB

Mitos dan Legenda Jambi: Mengupas di Balik Keindahan Tersembunyi Danau Kaco

Author

Pemandangan Danau Kaco Jambi (Bambang Niko Pasla)

JAMBI - Danau Kaco ini menjadi tempat salah satu destinasi wisata yang ada di Provinsi Jambi.  Dibalik keindahannya menyimpan legenda dan mistos didalamnya. Danau Kaco sendiri terletak di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Desa Lempur di wilayah Kerinci yang ada di Provinsi Jambi. Danau tersebut memilki keunikan yaitu air didalamnya sangat jernih berwarna biru tua seperti kaca (kaco), yang membuat dasar danau terlihat meskipun itu dalam.

Dibalik keindahannya Danau kaco memilki mitos yaitu air yang ada didalamnya memancarkan cahaya terang pada malam hari, yang terlebih pada saat bulan purnama.Munculnya cahaya ini dipercaya berasal dari air bukan dari pantulan cahaya bulan, yang dapat menerangi pepohonan yang ada disekeliling Danau Kaco.

Baca juga: Mitos dan Legenda Riau, Cerita Tradisi yang Masih Hidup di Tengah Masyarakat

Disisi lain dari keindahan Danau Kaco juga mempunyai legenda didalamnya. Adanya seorang raja yang bernama Raja Gagak. Ia memilki putri yang bernama Putri Napal Melintang dengan wajah yang sangat cantik membuat banyak pangeran dari berbagai wilayah datang menemui dirinya untuk melamarnya.

Para pangeran yang ingin melamar Putri Napal Melintang, memberikan hadiah berupa emas maupun intan permata untuk sebagai tanda janji. Raja Gagak yang melihatnya mulai serakah dan memanfaatkan kecantikan putrinya untuk mengambil harta yang didapat dari para pangeran, serta juga menodai kesucian putrinya.

Untuk menutup tindakannya itu, Raja Gagak menaruh putrinya bersama semua harta permata didalam danau. Masyarakat sekitar percaya bahwa cahaya yang memancar dari danau merupakan hasil dari kilauan intan-intan permata yang pernah diberikan oleh para pangeran sebelumnya. Hal ini menjadi simbol kecantikan dari Putri Napal Melintang.

Baca juga: Mitos dan Legenda Populer dari Sulawesi Tenggara

Sampai saat ini kedalaman Danau Kaco ini sulit diukur karena adanya kejernihan air yang mengecoh pandangan. Untuk mengujungi Danau Kaco ini harus melawatinya dengan berjalan kaki dan juga melewati hutan selama 3 sampai 4 jam.

Jadi Danau Kaco ini, bukan hanya fenomena alam dengan keindahannya saja, tetapi memberikan pesan moral mengenai keserakahan yang bisa menenggelamkan keindahan itu sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU