JAMBI - Dalam Provinsi Jambi kaya akan keberagaman budaya maupun sejarah yang ada di Dalamnya. Terdapat cerita rakyat yang melegenda di Provinsi Jambi yang sampai saat ini masuk dikenang oleh masyarakatnya yaitu Datuk Paduka Berhala.
Datuk Paduka Berhala bukan seorang yag berasal dari Nusantara saat itu. Ia merupakan seorang pangeran yang berasal dari Turki dan mempunyai nama asli Ahmad Salim. Datuk Paduka Berhala datang ke Nusantara pada abad ke-15, ia berkelana untuk menyebarkan agama Islam pada masa itu.
Saat melakukan perjalanan Datuk Paduka Berhala terdampar di sebuah pulau yang sekarang dikenal dengan Pulau Berhala. Nama tersebut diberi karena ia mempunyai gelar Paduka Berhala dan juga ia ditemukan pulau tersebut dan saat itu pulaunya masih dipenuhi oleh patung/berhala.
Baca juga: Cerita Rakyat Limonu: Sosok Legendaris Gorontalo yang Tak Lekang oleh Waktu
Pada saat masih di Nusantara, Datuk Paduka Berhala menjalin hubungan dengan peguasa lokal di Jambi yang dipimpin seorang ratu bernama Putri Selaras Pinang Masak. Pernikahan diantara keduanya berisfat politis-spiritual, tetapi sebelum menikah Putri Selaras Pinang Masak belum memeluk agama Islam. Setelah mereka berdua menikah, Putri Putri Selaras Pinang Masak memutuskan untuk memeluk agama Islam.
Dalam politik Datuk Paduka Berhala mejadi bagian keluarga kerajaan. Sedangkan dalam spiritual, Datuk Paduka Berhal ini menjadi pintu masuknya ajaran agama Islam dalam struktur Kerajaan Jambi. Adanya akulturasi ini menjadikan budaya dan agama bisa berjalan secara berdampingan.
Selain itu, Datuk Paduka Berhal juga menjalin hubungan dengan penguasa Orang Kayo Hitam setempat dengan baik. Menurut legenda yang ada Datuk Paduka Berhal pernah berhasil mengalahkan atau beradu kesaktian tetapi denga cara damai, sehingga ia menjadi tokoh yang dihormati.
Baca juga: Putroe Neng dan 99 Suami yang Meninggal di Malam Pertama: Cerita Rakyat atau Fakta Sejarah Aceh?
Dalam warisan dan keturunan, pada saat ia sudah menikah dengan Putri Pinang Masak yang saat itu masih masa Kerajaan Melayu Jambi. Disinilah mereka mempunyai anak-anak yang hebat yang kedapnya akan menjadi tokoh penting di Kerajaan Jambi. Anak-anak tersebut yaitu Orang Kayo Pingai, Orang Kayo Kedataran, dan Orang Kayo Hitam (yang kemudian akan menjadi raja Jambi). Melalui anak-anak tersebut akan melanjutkan perjuangan di Jambi.
Pada saat Datuk Paduka Berhal wafat, ia dimakamkan di Pulau Berhala yang sampai sekarang ini menjadi tempat situs sejarah maupun destinasi wisata religi yang bisa dikunjungi. Sehingga Datuk Paduka Berhal ini menjadi tokoh penting dan dihormati oleh masyarakat Jambi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BAMS Jambi