Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 23:33 WIB

Cerita Rakyat "Orang Kayo Hitam": Jejak Pahlawan Jambi dan Warisan Budaya Dari Tanjung Jabung Timur

Author

Gambar Keris Siginjai (Bambang Niko Pasla)

JAMBI - Di Provinsi Jambi memilki cerita rakyat dari dulu sampai sekarang yang  masih dikenang oleh banyak masyarakat. Cerita Rakyat yang masih dikenang yaitu Orang Kayo Hitam dari Tanjung Jabung Timur.

Orang Kayo Hitam merupakan seorang putra dari Datuk Paduko Berhalo dan Putri Pinang Masak. Ia merupakan salah satu orang penting dalam berdirinya kerajaan Kesultanan Jambi  pada abad ke-14 sampai dengan abad ke-15. Orang Kayo Hitam dikenal akan kharisma yang kuat, kesaktian yang luar biasa, dan pemberani.

Baca juga: Putroe Neng dan 99 Suami yang Meninggal di Malam Pertama: Cerita Rakyat atau Fakta Sejarah Aceh?

Orang Kayo Hitam bisa disebut sebagai pahlawan Jambi karena ia menolak berani untuk tidak membayar upeti kepada Kerajaan Mataram pada saat itu. Menurutnya, Jambi merupakan wilayah yang tidak tunduk kepada kekuasaan siapapun. Ia berani untuk mencegat pengirimman upeti, yang menimbulkan kemarahan dari Kerajaan Mataram.

Dalam melakukan perlawanan terhadap Kerajaan Mataram, ia terlebih dahulu mengagalkan rencana pembunuhan terhadap dirinya. Ia  berhasil mengambil sebuah senjata yaitu keris sakti (awal dibuatnya keris itu untuk membunuh Orang Kayo Hitam). Keris tersebut, terbuat dari tujuh macam besi dengan di awali hurug " P ". Ia juga membersihkan keris itu di tujuh muara supaya kesaktiannya bisa menjadi sempurna.

Keris sakti tersebut bernama " Siginjai ", nama ini diambil dari kebiasaan dalam menyelipkan keris di sanggul dirambutnya (seperti ditusuk di konde).  Keris Siginjai ini menjadi simbol resmi bagi kedaulatan Jambi.

Baca juga: Spot Terbaik Melihat Gunung Fuji Ini Ternyata Jadi Setting Cerita Rakyat Mengerikan

Saat Orang Kayo Hitam wafat, ia dimakam di Desa Simpang, Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung bagian Timur. Tempat tersebut menjadi unik karena terdapat keberagam budaya seperti makam Islam (Orang Kayo Hitam dan istrinya bernaama Puteri Mayang Mangurai), ada makam kucing kesayangnya milik dirinya, dan masih ada sisa struktur bata kuno yang dipercaya sudah ada pada masa Hindu-Buddha.

Dalam cerita tersebut terdapat warisan budaya yang masih dijaga yaitu Keris Siginjai dan terdapat nilai moral yang bisa diambil dari sesosok Orang Kayo Hitam yaitu menjadi simbol kemandirian, keberanian, dan kepemimpinan yang kuat bagi masyarakat Jambi. Sehingga Cerita Orang Kayo Hitam dijadikan sebagai identitas harga diri bagi masyarakat Jambi saat ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU