Ilustrasi tempat ibadah Katolik (pinterest)
JAMBI - Provinsi Jambi mungkin lebih dikenal dengan akan kemegahan Candi Muaro Jambi maupun keasrian Gunung Kerinci. Namun, di balik hiruk-pikuk kota dan rimbunnya perkebunan, tersimpan jejak-jejak spiritualitas yang tenang. Bagi mereka yang ingin mencari kedamaian batin sekaligus napak tilas sejarah, menyusuri gereja tua dan taman doa di Jambi telah menawarkan pengalaman "Ziarah Sunyi" yang tak terlupakan.
Baca juga: Gereja Anugerah, Simbol Kebersamaan dan Jejak Sejarah Spiritual di Tanah Maluku
1. Gereja Katolik Santa Teresia
Suasana Misa Imlek 2565 di Gereja Katolik Santa Theresia, Kota Jambi (WARTA NASRANI JAMBI)
Perjalanan dimulai dari jantung Kota Jambi, tepatnya di Jalan Raden Mattaher. Di sini telah berdiri Gereja Katolik Paroki Santa Teresia, sebuah bangunan yang menjadi saksi bisu dalam perkembangan umat Kristiani di Bumi Melayu sejak masa kolonial.
2. Candi Maria Ratu Rosari
Gamabaran Candi Maria Ratu Rosario (Facebook/@Candi Maria Ratu Rosario)
Berbeda dengan tempat ziarah Maria pada umumnya yang berbentuk gua, umat di Paroki Santa Maria Ratu Rosario, Payo Selincah sengaja dengan memilih konsep Candi.
3. HKBP Kebun Kelapa
Pemandangan Gereja HKBP Kebun Kelapa Jambi (Admin Gereja HKBP Kebun Kelapa)
Tak jauh dari pusat sejarah lainnya, Gereja HKBP Kebun Kelapa berdiri sebagai representasi komunitas Batak Protestan yang telah lama berakar di Jambi.
Baca juga: Jejak Gereja Tertua di Bali, Saksi Sejarah dan Harmoni Antarumat Beragama Pulau Dewata
Melakukan perjalanan spiritual ke tempat-tempat ini bukan hanya sekadar urusan agama, melainkan juga dalam bentuk apresiasi terhadap warisan budaya dan toleransi. Jambi telah membuktikan bahwa di tengah keberagaman suku dan keyakinan, ruang-ruang sunyi untuk berdoa tetap terjaga dengan harmoni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber